Salah satu market maker terbesar di pasar kripto kini membidik arena yang jauh lebih luas. Wintermute berencana menginvestasikan sekitar $1 miliar untuk membangun infrastruktur high-frequency trading (HFT) dan pusat data kecerdasan buatan (AI) selama lima tahun ke depan. Sasarannya jelas: menembus pasar non-kripto seperti saham, komoditas, dan valuta asing (forex).
Dana sebesar itu mengalir sepenuhnya lewat laba ditahan, tanpa penggalangan modal eksternal. CEO Evgeny Gaevoy menyatakan perusahaannya sudah mencetak profit sepanjang 2025 dan diproyeksikan tetap untung pada 2026, meski ia belum mengungkap angkanya ke publik. Sebagai rekam jejak, Wintermute tercatat pernah meraup laba $582 juta saat bull market 2021. Kekuatan modal inilah yang memberi mereka ruang mendanai investasi ini tanpa campur tangan pihak luar.
Kenapa Butuh Pusat Data AI Baru
Pembangunan infrastruktur AI ditujukan untuk melatih model kuantitatif yang bertugas mencerna volume data pasar besar. Proyek lima tahun ini akan meningkatkan kapasitas komputasi, penyimpanan, dan jaringan perusahaan demi mengimbangi beban pertukaran data tingkat tinggi.
Di arena baru ini, Wintermute akan berhadapan dengan pemain mapan seperti Jane Street, Citadel Securities, dan XTX Markets. Persaingan di sana menuntut modal tebal. Sebagai gambaran, XTX Markets yang menangani volume perdagangan di atas $250 miliar per hari sudah menanamkan โฌ1 miliar demi membangun lima pusat data di Finlandia.
Saat ini, sektor di luar kripto baru menyumbang 10% dari total pendapatan Wintermute. Lewat mesin baru ini, Gaevoy menargetkan pasar saham, komoditas, dan forex bisa berbalik menyumbang lebih dari 50% pendapatan pada akhir 2027.
Jalan Masuk ke Bursa Tradisional
Pergeseran arah bisnis Wintermute mulai terlihat sejak 2025 ketika mereka meluncurkan perdagangan ETF dan perpetual futures terkait aset dunia nyata (RWA). Memasuki awal 2026, perusahaan ini membuka meja perdagangan pasar prediksi, yang disusul penambahan eksposur untuk minyak mentah West Texas Intermediate pada Maret lalu.
Batu pijakan terbesar mereka tancapkan pekan lalu. Afiliasi Wintermute di Amerika Serikat resmi mengantongi status broker-dealer. Izin ini langsung membuka pintu mereka terjun ke perdagangan saham, opsi saham, serta mengemban peran sebagai authorized participant untuk ETF.
๐ Baca JugaWintermute Siapkan $1 Miliar untuk AI dan HFT - Tapi Target Aslinya Bukan Pasar Kripto
Di tengah ekspansi keluar ini, bisnis kripto mereka justru makin didominasi pemain besar. Data semester pertama 2026 mencatat rekor sumbangan 72% dari institusi terhadap total volume perdagangan spot di meja over-the-counter (OTC) Wintermute. Profil klien institusi semacam inilah yang melicinkan langkah mereka ke lantai bursa konvensional.
Batas antara perusahaan kripto dan institusi Wall Street kian pudar. Ketika pemain keuangan konvensional pelan-pelan menjajaki aset digital, pemain kripto justru merangsek dengan modal miliaran dolar membawa teknologi HFT untuk memukul balik di kandang mereka.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




