Digital Pound Lab dari Bank of England saat ini sedang menguji skenario baru: menggabungkan stablecoin dan digital pound dalam satu alur pembayaran lintas batas untuk pembiayaan perdagangan. Eksperimen ini berjalan dengan melibatkan tiga institusi lain, yakni NOBO Finance, Dun & Bradstreet, dan Polygon Labs.
Skenario pengujian menempatkan eksportir untuk menerima uang muka mereka melalui jalur stablecoin. Di sisi lain, importir yang berbasis di Inggris menyelesaikan sisa pembayarannya menggunakan uang simulasi digital pound.
Memangkas Kendala Pembiayaan UKM
Tujuan utama dari eksperimen ini adalah memangkas waktu penyelesaian atau settlement dan melonggarkan kendala pembiayaan bagi UKM yang beroperasi di sektor perdagangan lintas batas. Selain penyatuan jalur pembayaran, ada alur kerja kedua dalam uji coba ini yang khusus berfokus untuk menyusun profil kredit UKM agar bisa digunakan berulang kali.
Profil kredit itu disusun dengan menggabungkan tiga sumber informasi utama: data transaksi, fitur open-finance, serta data risiko komersial yang dipasok oleh Dun & Bradstreet. Dalam alur ini, Polygon Labs bertugas menyediakan infrastruktur smart contract yang dibutuhkan. Namun, Digital Pound Lab menegaskan bahwa semua eksperimen ini sama sekali tidak melibatkan pelanggan ritel atau perputaran uang nyata. Bank sentral Inggris juga belum membuat komitmen mengikat untuk benar-benar menerbitkan digital pound ke publik.
Batas Cadangan $52,8 Miliar dan Target 2027
Langkah uji coba ini beriringan dengan kalender regulasi otoritas keuangan Inggris. Pada Juni 2026 lalu, Bank of England sudah menyebarkan draf aturan bagi operasi stablecoin berbasis sterling sistemik. Draf aturan itu membolehkan penerbit menyimpan hingga 70% cadangan uangnya dalam bentuk instrumen utang pemerintah yang memberikan bunga. Selain itu, ada batas kuota penerbitan sementara yang dipatok pada angka ยฃ40 miliar atau sekitar $52,8 miliar untuk tiap entitas stablecoin sistemik.
Bank of England menargetkan seluruh kerangka aturan stablecoin ini rampung pada akhir 2026 dan siap masuk fase peluncuran pada 2027. Untuk menopang kelancaran infrastruktur hibrid ini ke depannya, bank sentral pada Mei 2026 mengusulkan agar sistem RTGS dan CHAPS beroperasi nyaris 24 jam penuh, termasuk di hari libur akhir pekan. Perpanjangan jam operasional ini dirancang untuk menopang sistem pembayaran lintas batas dan model settlement gaya baru.
๐ Baca JugaHashKey Mulai Salurkan Stablecoin HKDAP ke Institusi - Standard Chartered Incar Pasar Kripto $3,8 Triliun
Peran Sandbox dalam Obligasi Digital
Sementara aturan uang digital digarap, adopsi di tingkat institusi Inggris juga terus membesar. HSBC Orion baru saja mendapat lampu hijau untuk beroperasi penuh di dalam UK Digital Securities Sandbox. Platform HSBC ini diproyeksikan segera menopang proses penerbitan berbagai obligasi digital baru di pasar lokal.
Fasilitas ini juga disiapkan untuk menampung peluncuran instrumen obligasi resmi dari pemerintah Inggris yang dikenal sebagai Digital Gilt Instrument.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




