๐Ÿ“… Senin, 31 Agustus 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
175 Juta Toko Kini Terima Kripto Tanpa Sadar - Volume Kartu Stablecoin Tembus $10,9 Miliar

175 Juta Toko Kini Terima Kripto Tanpa Sadar - Volume Kartu Stablecoin Tembus $10,9 Miliar

Para pengguna kripto mulai memindahkan saldo mereka dari bursa pertukaran langsung ke mesin kasir ritel. Data terbaru dari Paymentscan yang dipublikasikan oleh RedotPay pada 25 Agustus mencatat pengeluaran kumulatif lewat kartu stablecoin telah melampaui batas $10,9 miliar. Dari akumulasi panjang itu, lebih dari $1 miliar tercetak khusus di bulan Juli 2026, menjadikannya periode dengan volume tertinggi dalam seluruh dataset pelacakan.

Laju bulanannya melonjak pesat. Tiga tahun lalu, industri kartu ini hanya memproses sekitar $60.000 per bulan. Angka itu kini naik menjadi rata-rata $1,04 miliar per bulan. Dibandingkan rekam jejak Juli 2025 yang membukukan $339,4 juta, volume pengeluaran terbaru ini menandai pertumbuhan lebih dari tiga kali lipat. Dari sisi komposisi mata uang, USDC mendominasi 58% pengeluaran onchain selama Juli, disusul USDT di angka 26%. Sebaliknya, porsi stablecoin berpatokan euro kian menyusut hingga tersisa di kisaran 2%.

Pola Belanja Pecahan Kecil

Transaksi rata-rata dari jutaan gesekan kartu ini bertengger di kisaran $86. Nominal pecahan ini menyokong argumen bahwa kartu stablecoin makin lazim dipakai untuk mendanai pembelanjaan harian layaknya kartu debit konvensional, lepas dari cap aslinya sebagai alat investasi murni.

Infrastruktur pembayaran konvensional memegang peran kunci dalam perluasan rute ini. Visa melaporkan bahwa jaringan kartu yang terhubung stablecoin saat ini sanggup beroperasi di lebih dari 175 juta lokasi merchant. Melalui sistem konversi instan di latar belakang, nasabah bebas membayar belanjaan dari dompet dolar digital mereka, sementara sang pemilik toko tetap menerima dana dalam wujud mata uang lokal tanpa perlu berurusan langsung dengan aset kripto.

RedotPay turut melaporkan bahwa basis pengguna mereka sendiri kini menembus 8 juta orang. Perusahaan membukukan volume pembayaran tahunan di atas $14 miliar, nominal yang merangkum seluruh aktivitas penyetoran modal ke dalam akun nasabah. Dengan perputaran secepat ini, mereka memproyeksikan industri secara luas akan mencetak tambahan $10 miliar berikutnya hanya dalam waktu delapan bulan - masa waktu yang sangat ringkas ketimbang tiga tahun yang dihabiskan untuk meraih $10 miliar pertama.

Garis Depan di Luar Negara Maju

Lonjakan adopsinya sama sekali tidak ditopang oleh pusat keuangan tradisional di kawasan barat. Co-founder RedotPay Jonathan Chan menyatakan bahwa Amerika Latin menempati posisi teratas sebagai pasar dengan adopsi dan potensi pertumbuhan terbesar, sementara benua Afrika menyusul ketat di urutan kedua.

JPMorgan Lirik Stablecoin Publik Tanpa Syarat Rekening - Sementara 3.283 Bank Lain Bikin Aliansi Demi Target 2027๐Ÿ“Œ Baca JugaJPMorgan Lirik Stablecoin Publik Tanpa Syarat Rekening - Sementara 3.283 Bank Lain Bikin Aliansi Demi Target 2027

Menatap proyeksi ke depan, RedotPay memperkirakan skala pengeluaran tahunan lewat jaringan kartu ini akan merambat naik menuju $50 miliar pada 2028. Jika skenario itu terjadi, aliran dana dolar digital dalam jumlah masif akan terserap ke jutaan laci kasir setiap tahunnya, menyamarkan batas antara aset blockchain dengan alat tukar dunia nyata.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?

Baca juga: Visa dan Induk Upbit Jalin Kerja Sama Stablecoin - Incar Tren AI Belanja Sendiri


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share