๐Ÿ“… Sabtu, 12 September 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
21 Bank Patungan Bikin Stablecoin Dolar - Undang-Undang Larang Bunga, Tapi Celah DeFi Punya Cara Lain

21 Bank Patungan Bikin Stablecoin Dolar - Undang-Undang Larang Bunga, Tapi Celah DeFi Punya Cara Lain

Bank of America, Citi, Goldman Sachs, UBS, dan 17 institusi keuangan lain bersatu mendirikan perusahaan stablecoin bersama pada 1 September 2026. Token berpatokan dolar ini dijadwalkan meluncur pada paruh pertama 2027, sebagai langkah awal sebelum ekspansi ke token berpatokan euro.

Proyek patungan ini mengumpulkan peserta dari tiga wilayah dunia. Amerika Utara menyumbang porsi terbanyak, melibatkan Bank of America, Citi, Goldman Sachs, Fidelity, Capital One, Wells Fargo, PNC, Scotiabank, TD Bank, dan WisdomTree. Eropa mengirimkan Santander, BBVA, Commerzbank, Crรฉdit Agricole, Deutsche Bank, Lloyds, Rabobank, dan UBS. Sementara dari Asia dan wilayah lain, MUFG Bank, Sirius International, serta Standard Bank ikut masuk ke dalam konsorsium.

Celah di Balik Larangan Bunga

Sebagai entitas berizin, para peserta terikat langsung oleh aturan GENIUS Act. Undang-undang itu melarang penerbit stablecoin membayarkan yield kepada pemegang tokennya. Namun, CEO Katana Matt Fisher melihat ada celah operasi ketika token itu berpindah tangan ke protokol independen.

“GENIUS Act menghentikan penerbit membayar yield; tidak menghentikan holder yang menaruh dolar di tempat yang penerbit tidak kendalikan,” kata Fisher menjelaskan ruang gerak yang tersisa bagi pemegang token.

Ketika stablecoin terbitan bank ini masuk ke ekosistem DeFi, sumber imbal hasil akan bergeser. Bunga tidak lagi datang dari pihak penerbit, melainkan didapat dari aktivitas pinjaman overcollateralized atau dari market maker.

Incar Kas Korporat Menganggur

Aliran dana ke DeFi punya peluang ditarik dari perusahaan yang membiarkan kasnya idle. Survei Jiko pada 2026 terhadap 192 profesional treasury menangkap pola ini: hampir separuh responden membiarkan lebih dari 10% kas mereka menganggur. Bahkan, 23% responden mengaku lebih dari seperempat kas perusahaan selalu dalam posisi idle.

Hingga saat ini, belum ada rincian teknis yang diumumkan ke publik. Nama entitas dan tokennya, pilihan blockchain yang dipakai, tata kelola, kustodian, sampai ke syarat penebusan token belum dibeberkan oleh para pesertanya.

Circle Hentikan USDC di Jaringan Noble - Tapi Pengguna Harus Tarik Dana Tanpa Antarmuka Resmi๐Ÿ“Œ Baca JugaCircle Hentikan USDC di Jaringan Noble - Tapi Pengguna Harus Tarik Dana Tanpa Antarmuka Resmi

Pilihan di Tangan Pemegang

Dengan absennya perlindungan dari sisi penerbit jika token masuk DeFi, pemegang harus menimbang sendiri langkah mereka. Memasukkan stablecoin ke protokol independen berarti menanggung risiko mandiri, dan kerugian apa pun tidak akan tertanggung oleh bank.

Manajer keuangan korporasi punya dua pilihan: menyimpan token dengan aman di bawah pengawasan bank tanpa imbal hasil, atau mencari bunga di luar jangkauan bank dengan menanggung risiko sendiri.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?

Baca juga: Circle Akuisisi Tazapay $400 Juta Pakai Saham - Strategi USDC Kuasai 100 Pasar Baru


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share