๐Ÿ“… Sabtu, 12 September 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Pasar Saham Tokenisasi Tembus $29,5 Miliar - Tapi Hak Suara Anda Mungkin Cuma Ilusi

Pasar Saham Tokenisasi Tembus $29,5 Miliar - Tapi Hak Suara Anda Mungkin Cuma Ilusi

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Volume transfer saham tertokenisasi di seluruh dunia kini telah menyentuh $29,5 miliar. Namun, memegang token berlabel saham di dompet kripto tidak otomatis membuat investor memiliki porsi kepemilikan riil atas sebuah perusahaan.

Pendiri Tessera PE, Chan Ahn, merinci bahwa produk yang dipasarkan dengan nama “saham tokenisasi” sebenarnya beroperasi di atas salah satu dari tiga struktur hukum berbeda: issuer-sponsored, custodial, dan synthetic. “Bahasa marketingnya hampir identik di ketiga jenis ini, tapi substansi hukumnya jauh berbeda,” ujar Ahn.

Tiga Struktur Hukum Berbeda

Pada struktur pertama, issuer-sponsored, pemegang token di atas kertas memiliki hak suara dan dividen setara dengan pemegang saham biasa. Tapi syaratnya mutlak: hak ini hanya diakui jika nama investor tercatat langsung di dalam daftar pemegang saham resmi, bukan diwakili melalui pihak nominee.

Model kedua adalah custodial. Saham aslinya tetap berada di luar ekosistem blockchain (off-chain) dan dititipkan pada entitas perantara. Investor baru akan menerima hak suara atau pembagian dividen setelah diteruskan oleh pihak ketiga, dengan Broadridge sebagai salah satu contoh pemain yang memfasilitasi peran ini.

Struktur ketiga, synthetic, menempatkan investor di posisi paling berjarak dari aset aslinya. Pemegang token di jalur ini murni hanya memiliki kontrak dengan penerbit produk, tanpa memiliki saham fisik maupun klaim langsung atas saham perusahaan. SEC telah memperingatkan bahwa sebagian produk berjenis synthetic bisa diklasifikasikan sebagai security-based swap.

Apa yang Terjadi Jika Perantara Bangkrut?

Pada model custodial, risiko fatal menumpuk di pihak perantara. Kalau institusi kustodian yang memegang saham aslinya bangkrut, pemegang token tidak bisa menuntut haknya langsung ke perusahaan penerbit saham. Investor harus mendaftarkan diri ke dalam proses kepailitan perantara untuk mengejar klaim pengembalian dana mereka.

Tessera, perusahaan yang didirikan oleh Ahn, memilih menerbitkan tokenized loan participation rights. Instrumen berbasis hak partisipasi pinjaman ini murni produk utang, bukan ekuitas. Keputusan struktural ini memastikan produk Tessera tidak memuat hak suara ataupun pembagian dividen bagi pemegangnya.

SEC Rombak Aturan Era 70-an - Blockchain Diusulkan Jadi Catatan Saham AS๐Ÿ“Œ Baca JugaSEC Rombak Aturan Era 70-an - Blockchain Diusulkan Jadi Catatan Saham AS

Uji Cepat Sebelum Membeli

Bahasa pemasaran sering menutupi batas antarketiga struktur ini. Untuk memeriksa kepemilikan Anda yang sebenarnya, terapkan cara tes ringkas. Cari tahu siapa entitas yang berutang hak voting atau dividen kepada Anda, dan periksa skenario hukum yang berlaku kalau entitas penjamin itu gagal bayar. Jawaban atas dua pertanyaan ini akan memastikan posisi Anda sebagai investor.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?

Baca juga: Mastercard Gandeng Anthropic untuk Agen Belanja AI - Dan Rutenya Terhubung ke Rel Stablecoin


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share