Laporan postmortem dari penyedia layanan surel Brevo mengungkapkan penyerang mengeksploitasi celah otorisasi Single Sign-On (SSO) pada sistem mereka. Kerentanan ini memberi jalan bagi peretas untuk mendapatkan akses tidak sah ke 138 akun klien, yang berujung pada penyebaran surel penipuan ke basis pengguna aset kripto.
Imbas eksploitasi menimpa 347.000 alamat surel buletin milik pelanggan Trezor. Seluruh alamat itu menjadi target pengiriman surel phishing massal yang menyamar sebagai peringatan keamanan resmi, dengan memakai judul palsu bertajuk “Critical Security Alert: STM32 Entropy Vulnerability”.
Selain Trezor, dua entitas lain di industri kripto turut melaporkan kejadian serupa. Produsen hardware wallet BitBox dan platform pelacak portofolio CoinTracking mengonfirmasi akun Brevo mereka terpakai oleh peretas untuk mendistribusikan surel penipuan kepada para pengguna layanan mereka.
Memanfaatkan Kelemahan Sistem
Brevo menjabarkan alur peretasan yang bermula saat pelaku membuat akun Brevo baru lalu mengaktifkan konfigurasi SSO. Peretas kemudian mengundang akun pengguna yang sah masuk ke dalam sistem.
Kegagalan batas otorisasi pada titik ini membuat peretas mendapat akses ke seluruh organisasi yang terhubung dengan akun korban. Brevo merinci skala eksploitasi dari 138 akun yang dibobol menjadi tiga kelompok aktivitas:
๐ Baca JugaAgen AI Pangkas Syarat Serangan Kuantum Bitcoin 86% - Tapi Kunci Privat Masih Aman
- Enam akun: Terpakai aktif untuk menembakkan surel phishing ke basis pengguna.
- Empat puluh tiga akun: Mengalami pencurian data setelah pelaku mengekspor daftar kontak.
- Sembilan puluh tiga akun: Belum menunjukkan tanda-tanda aktivitas lanjutan dari peretas.
Jendela Peretasan 20 Menit
Trezor menyebut domain berbahaya milik peretas mati di tingkat DNS dalam tempo 20 menit sesudah terdeteksi. Walau jendela waktunya terbilang singkat, perusahaan mencatat sekitar 2.500 pengguna telanjur menekan tautan palsu itu sebelum aksesnya terblokir sepenuhnya.
Pemblokiran domain memutus rantai serangan awal yang menyasar langsung pengguna Trezor. Namun, temuan bahwa peretas sudah mengantongi hasil ekspor kontak dari 43 akun berbeda memunculkan potensi risiko penipuan tahap kedua bagi para korban melalui medium komunikasi lain. Dilansir dari Cointelegraph.
Sebelumnya: Hacker Jebol Email Trezor dan Kirim Peringatan Palsu STM32 - Lolos Verifikasi Resmi
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




