Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) menerbitkan draf proposal pada 1 September untuk membenahi aturan federal bagi agen transfer. Otoritas pasar modal AS ini mengambil langkah awal agar teknologi blockchain dapat masuk ke dalam sistem administrasi sekuritas nasional.
Fase komentar publik akan berlangsung selama 60 hari setelah dokumen resmi terbit di Federal Register. Langkah SEC menyentuh fondasi administrasi sekuritas yang selama puluhan tahun praktis tak tersentuh perubahan. Catatan agen transfer di AS belum pernah diperbarui besar-besaran sejak akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an.
Mengubah Cara Kepemilikan Dicatat
Praktik tokenisasi saham sebenarnya sudah berjalan di luar yurisdiksi AS melalui struktur kustodial atau sintetis. Dalam model ini, sebuah platform menahan sekuritas aslinya, lalu investor ritel sekadar membeli token klaim yang mewakili nilai aset itu.
Kepala Analis Bitget Research, Ryan Lee, menekankan bahwa proposal SEC membidik persoalan yang jauh lebih mendasar. Perbedaan kuncinya bukan terletak pada token itu sendiri, melainkan pada cara kepemilikan dicatat di mata hukum.
Modernisasi pedoman agen transfer akan memberi jalan agar kepemilikan legal di blockchain bisa muncul di catatan resmi. Kedudukannya kelak bisa sejajar dengan sistem pencatatan saham konvensional.
Meski begitu, aturan ini punya batasan jelas. Adopsi proposal tidak otomatis menetapkan token di blockchain sebagai sekuritas dasar. Pemegang token juga tidak langsung mendapatkan hak suara dalam perusahaan atau hak atas pembagian dividen reguler.
Infrastruktur untuk Permintaan Baru
Langkah SEC turun tepat saat pasar menunjukkan minat kuat pada instrumen saham alternatif. Bursa kripto Bitget mencatat volume perdagangan saham tertokenisasi menyentuh $1,16 miliar antara 2 Juni hingga 19 Juli. Aset non-kripto ini menyumbang 20% dari total volume perdagangan di bursa mereka.
๐ Baca JugaMoneyGram Luncurkan Kartu Visa Stablecoin di Kolombia - Ubah Saldo Kripto Jadi Uang Tunai di 500.000 Titik Ritel
Peminatnya bertambah dalam waktu singkat. Selama 30 hari terakhir, jumlah pemegang produk saham tertokenisasi di lima platform berbeda melonjak 92% menjadi 752.000 pengguna.
Draf aturan agen transfer ini belum menuntaskan semua kerumitan hukum tentang tokenisasi saham AS, namun meletakkan landasan awal. Seperti rumusan Ryan Lee, pembenahan ini memodernisasi infrastruktur pipa yang nantinya dibutuhkan untuk membangun register tertokenisasi yang otoritatif.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




