Sebagian besar dana yang sempat menguap dari cadangan Liquid Network akhirnya pulang. Sosok yang mengklaim diri sebagai peretas topi putih alias white hat mengirim balik 3.400 BTC bernilai sekitar $270 juta ke dompet federasi Liquid pada Senin, 8 September 2026. Langkah pengembalian terjadi hanya selang sehari setelah pelaku menarik total 4.000 BTC, atau setara $320 juta, dari cadangan sidechain jaringan pada Minggu, 7 September.
Meski mayoritas aset sudah kembali ke tangan yang sah, masalah belum tuntas sepenuhnya. Terdapat sisa 598,5 BTC senilai $47 juta yang masih tertahan di alamat dompet pelaku. Sampai berita ditulis, pelaku sama sekali belum memberikan penjelasan kapan uang bernominal puluhan juta dolar itu akan dikembalikan, atau apakah sisa dana memang akan dikembalikan ke pihak federasi.
Pesan On-chain dan Bug di Balik Layar
Proses pemulihan dana 3.400 BTC bermula dari sebuah komunikasi publik di atas buku besar blockchain. Pengembang Blockstream mengirim pesan bertanda tangan on-chain yang ditujukan kepada pelaku. Pesan berbunyi singkat namun jelas: “Bridge nodes are patched, safe to return the funds” atau yang berarti node jembatan sudah ditambal dan dana aman untuk dikembalikan. Pelaku merespons pesan dengan memutar balik arah sebagian besar hasil curian ke dompet asal.
Pelacakan teknis menemukan bahwa eksploitasi awal dieksekusi melalui layanan peg-out SideSwap. Pihak terkait memastikan kunci SideSwap tidak mengalami kebocoran atau kompromi. Akar masalah keamanan murni bersarang pada bug di dalam perangkat lunak Elements yang menjadi fondasi dasar operasi Liquid Network.
Menyusul temuan celah keamanan, Blockstream langsung merilis dan memasang perangkat lunak versi terbaru. Para anggota federasi kini tengah bersiap mengeksekusi restart terkoordinasi bagi jaringan demi memastikan sistem kembali beroperasi normal tanpa ada celah yang tertinggal.
White Hat atau Sekadar Pemerasan?
Sisa ratusan Bitcoin yang masih ditahan di dompet pelaku memicu perdebatan tajam terkait motif asli di balik serangan. Chief Technology Officer Ledger, Charles Guillemet, terang-terangan menunjukkan skeptisisme terhadap label “white hat” yang melekat pada kejadian peretasan yang menimpa jaringan Liquid.
“Kalau 600 BTC yang ditahan itu imbalan yang dinegosiasikan, ini lebih mirip pemerasan daripada white hat hacking,” ujar Guillemet mengomentari status dana senilai $47 juta yang tak kunjung pulang.
๐ Baca JugaInvestigasi $70 Ribu Buktikan TV LG Rekam Obrolan di Balik Dinding - dan 42% Aplikasinya Diam-diam Bajak Wi-Fi Rumah
Di tengah ketidakpastian nasib 598,5 BTC, CEO JAN3 Samson Mow tampil membenarkan pengembalian 3.400 BTC. Ia sekaligus mengeluarkan peringatan operasional darurat bagi para pengguna aktif. Mow meminta seluruh komunitas untuk tidak mengirim BTC apa pun ke alamat peg-in Liquid sampai proses restart jaringan benar-benar diselesaikan dan dikonfirmasi aman untuk lalu lintas transaksi baru.
Insiden pembobolan dan negosiasi semacam ini kembali menyoroti batas tipis antara niat baik dan penyanderaan aset. Ketika kesepakatan pemulihan melibatkan puluhan juta dolar uang pengguna yang belum tentu kembali, klaim tindakan peretas topi putih selalu diiringi tanda tanya besar.
Dilansir dari Cointelegraph.
Sebelumnya: Drama 4.000 BTC Liquid Network: Pelaku Kembalikan $269 Juta, Tapi Sisa $47 Juta Ditahan Tanpa Penjelasan
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




