Sebanyak 35% orang dewasa di Amerika Serikat ingin kandidat dalam pemilu sela November 2026 mendukung pengembangan inovasi teknologi finansial generasi baru. Namun, dukungan publik langsung anjlok ke 13% ketika pertanyaan survei memasukkan istilah blockchain, cryptocurrency, dan decentralized finance (DeFi). Kesenjangan sebesar 22 poin persentase itu terungkap dalam jajak pendapat nasional yang digelar Ipsos bersama DeFi Education Foundation terhadap 1.545 responden.
Hasil jajak pendapat ini memperlihatkan kontras yang nyata: masyarakat menuntut pembaruan mendasar pada cara uang dikelola, tetapi serentak menolak istilah yang selama ini mewakili sektor aset digital.
Hanya 19% yang Menilai Sistem Finansial Aman
Ketidakpuasan terhadap perbankan konvensional terlihat merata dalam data survei. Hanya 19% responden yang memandang sistem finansial AS saat ini aman, sementara 63% menilai sistem mendesak diperbarui untuk menangani ancaman baru. Keraguan publik juga tertuju pada perlindungan teknologi: sebanyak 54% responden meragukan kemampuan institusi finansial tradisional dalam melindungi data pribadi nasabah dari ancaman berbasis kecerdasan buatan (AI).
Tuntutan privasi menjadi aspirasi paling dominan dalam survei ini. Sebanyak 80% responden menuntut perubahan agar individu memegang kendali penuh atas data pribadi mereka, dan 74% menegaskan privasi keuangan sangat penting. Ketika bertransaksi finansial, 62% responden memilih agar data pribadi mereka tidak dibagikan atau tetap berstatus rahasia.
Akses 24 Jam dan Keraguan pada Platform DeFi
Kebutuhan likuiditas memperkuat desakan pembaruan itu. Sebanyak 66% responden menuntut akses tanpa henti, 24 jam sehari dan 7 hari sepekan, terhadap uang simpanan mereka. Di sisi lain, hanya 49% responden yang saat ini benar-benar merasa memiliki kendali pribadi atas aset keuangannya di institusi yang ada.
Kendati seluruh tuntutan itu sejalan dengan fungsi dasar teknologi terdesentralisasi, publik belum mempercayai DeFi sebagai solusi. Hanya 9% responden yang mengaku sangat akrab dengan kripto. Angka itu makin menyusut di tingkat kepercayaan: hanya 5% responden yang menaruh kepercayaan substansial pada platform terdesentralisasi.
Kepemilikan Naik, Pemakai Aktif Tertahan di 13%
Tingkat kepemilikan aset digital di AS sebenarnya menunjukkan kenaikan bertahap. Sebanyak 22% warga AS tercatat pernah memiliki atau menggunakan kripto sepanjang hidup mereka, naik dari 18% pada survei tahun 2025. Kendati demikian, kenaikan itu belum menular ke aktivitas harian, mengingat tingkat penggunaan aktif dalam 12 bulan terakhir masih stagnan di level 13%.
๐ Baca JugaPolymarket Pasang Peluang Bolsonaro 82% - Lula Menang, $200 Miliar Terhapus dari Bursa Brazil dan Bitcoin Tertekan
Bagi industri kripto dan pembuat kebijakan, temuan ini menunjukkan kenyataan lapangan yang tegas: pemilih menginginkan kendali mandiri, privasi penuh, dan akses dana tanpa jeda, tetapi reputasi label blockchain masih memicu penolakan sebelum layanannya sempat digunakan.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Netanyahu Minta Rencana Blockchain Hadapi Sanksi Bank - Aset dan Jadwal Belum Dirinci
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




