Siklus pasar bearish Bitcoin kemungkinan besar telah berakhir saat harga menyentuh titik terendah di bawah $58.000 pada Juni 2026. Penilaian itu disampaikan Alex Thorn, Kepala Riset Galaxy Digital, dalam laporan riset bertajuk ‘Why now is the time to add and hold BTC’ (Mengapa sekarang saatnya menambah dan menyimpan BTC). Firma finansial dan infrastruktur digital asal AS yang terdaftar di Nasdaq dengan ticker GLXY ini menilai pergerakan pasar saat ini merupakan fase akumulasi yang dalam riwayat pasar mendahului reli besar.
Pergeseran ini bukan sekadar pemulihan sentimen di atas kertas, melainkan bertumpu pada perubahan struktur teknikal mingguan dan komposisi pemilik modal.
Lima Penutupan Mingguan Menembus Garis Tren
Dari sisi teknikal, Bitcoin menembus dan bertahan di atas moving average (MA) 50-mingguan setelah 44 pekan beruntun berada di bawah garis tren itu. Pembalikan arah diperkuat oleh lima kali penutupan mingguan berturut-turut di atas MA 50-mingguan, yang menandai terbentuknya dasar harga yang kokoh.
Keluarnya spekulan jangka pendek atau fast money dinilai menyisakan basis investor yang lebih sehat dan tahan banting. Penurunan porsi spekulatif terlihat pada data kontrak berjangka CME Bitcoin: eksposur posisi beli bersih (net long) manajer aset anjlok hingga 57% dari rekor puncaknya, seiring pemangkasan kepemilikan ETF oleh sejumlah firma dagang besar.
Serapan 87.000 BTC dan Redupnya Atensi Pasar
Di sisi lain, permintaan terarah murni mulai pulih. Produk ETF Bitcoin spot menyerap tambahan 87.000 BTC sejak titik terendah Juni lalu. Aliran dana masuk ini tercatat sebagai akumulasi langsung, bukan perdagangan arbitrase basis yang sekadar mencari selisih harga jangka pendek.
Faktor makroekonomi Amerika Serikat turut menjadi katalis struktural. Lonjakan utang nasional AS, defisit anggaran yang persisten, dan lonjakan biaya bunga utang memperkuat daya tarik Bitcoin sebagai aset dengan pasokan tetap.
Peralihan minat institusi ke sektor lain turut menghadirkan sinyal kontrarian. Antusiasme investor kelembagaan saat ini teralihkan ke stablecoin dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA) di tengah meredupnya perhatian terhadap Bitcoin, menyerupai pola sentimen pada titik nadir siklus sebelumnya.
Batas Risiko di Angka $76.540
Meski sinyal akumulasi menguat, Galaxy menyertakan batas risiko yang jelas. Tesis teknikal ini gugur jika terjadi penutupan mingguan di bawah $76.540 yang gagal dipulihkan dalam rentang satu bulan.
๐ Baca JugaStrategy Setop Beli Bitcoin dan Beli Saham Sendiri $205 Juta - Strive Justru Borong 6.182 BTC
Di pasar spot, harga Bitcoin saat ini tertahan di kisaran $80.000. Kondisi ini memicu kontras dengan narasi pesimistis analis pasar seperti Jason Calacanis yang memperkirakan BTC berisiko turun ke $57.000.
Bagi pelaku pasar di kisaran $80.000, garis $76.540 menjadi tolok ukur penentu antara kelanjutan fase akumulasi atau pembuktian atas risiko koreksi yang diproyeksikan para pengamat pesimistis.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Baca juga: Franklin Templeton Daftarkan Dua ETF di Nasdaq - Dividen Saham AS Otomatis Masuk ke Bitcoin
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




