๐Ÿ“… Sabtu, 24 Oktober 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Netanyahu Minta Rencana Blockchain Hadapi Sanksi Bank - Aset dan Jadwal Belum Dirinci

Netanyahu Minta Rencana Blockchain Hadapi Sanksi Bank - Aset dan Jadwal Belum Dirinci

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta perumusan rencana adopsi mata uang kripto dan teknologi blockchain untuk mengantisipasi potensi sanksi perbankan internasional. Pernyataan ini disampaikan Netanyahu dalam wawancara di Channel 10 Israel, tepat empat hari menjelang pemilihan umum nasional.

Netanyahu menilai sanksi perbankan asing berisiko memutus transaksi impor dan memicu lonjakan harga barang kebutuhan. Situasi itu mendasari arahannya agar pemerintah menyiapkan ekonomi alternatif serta mata uang yang mampu menembus pembatasan perbankan internasional.

Potensi Terputusnya Bantuan Militer AS

Dalam wawancara di Channel 10 itu, Netanyahu memperingatkan warganya agar bersiap menghadapi kemungkinan penghentian bantuan militer dari Amerika Serikat. Penghentian dana bantuan bernilai puluhan miliar dolar itu, menurut Netanyahu, bukan lagi soal kemungkinan melainkan hanya masalah waktu.

Kesiapan itu juga dikaitkan dengan antisipasi lanskap politik AS pasca-era kepemimpinan Donald Trump. Netanyahu menekankan pentingnya langkah antisipasi ini demi menjaga kemandirian energi dan keberlangsungan industri pertahanan nasional Israel.

Tekanan diplomatik terhadap Israel meningkat menyusul perang di Gaza. Inggris, Prancis, Kanada, dan sejumlah negara lain telah membatasi impor terkait pemukiman. Pada saat yang sama, lebih dari 60 ekonom Israel memperingatkan risiko rambatan sanksi ke perekonomian luas.

Rencana Tanpa Rincian dan Jejak Negara Lain

Meski telah meminta perumusan rencana adopsi blockchain, Netanyahu belum merinci entitas penyusun yang ditugaskan menggodok dokumen itu. Ia juga tidak menyebutkan aset kripto atau jaringan spesifik yang akan digunakan, maupun jadwal penyelesaian draf perencanaannya.

Langkah ini berpotensi membawa Israel menyusul sejumlah negara yang sebelumnya memakai aset kripto demi keluar dari sistem finansial konvensional dan intervensi AS. Venezuela menggunakan Tether dan Bitcoin untuk transaksi minyak, Rusia merilis token A7A5 berpepat rubel, sementara Iran juga memanfaatkan mata uang digital guna menghindari pembatasan serupa.

a16z Tanggalkan Nama Kripto Jadi Frontier - Siapkan Blockchain Jadi Rel Mesin AI๐Ÿ“Œ Baca Jugaa16z Tanggalkan Nama Kripto Jadi Frontier - Siapkan Blockchain Jadi Rel Mesin AI

Di dalam negeri, sektor perbankan komersial sebenarnya telah bersiap mengadopsi aset digital. Bank terbesar Israel, Bank Leumi, telah menjadwalkan peluncuran perdagangan Bitcoin pada awal 2027 melalui kemitraan dengan Galaxy Digital, sambil menunggu terbitnya izin dari Bank of Israel.

Bagi warga dan pelaku usaha di Israel, rencana pemanfaatan blockchain kini bukan lagi sekadar contoh teoritis dari negara lain, melainkan opsi nyata yang mulai dibahas di meja kekuasaan. Namun tanpa kejelasan aset dan jaringan yang bakal dipakai, kepastian mengenai efektivitas skema ini dalam menjaga arus barang impor masih menunggu draf resmi pemerintah rampung disusun.

Dilansir dari Decrypt.

Baca juga: a16z Tanggalkan Nama Kripto Jadi Frontier - Siapkan Blockchain Jadi Rel Mesin AI


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share