๐Ÿ“… Sabtu, 15 Agustus 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID โ–ผ
AFC Sedot $431 Juta Lewat Obligasi Digital di Swiss - Tapi Penerbitannya Tak Pernah Menyentuh Blockchain Terbuka

AFC Sedot $431 Juta Lewat Obligasi Digital di Swiss - Tapi Penerbitannya Tak Pernah Menyentuh Blockchain Terbuka

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Africa Finance Corporation (AFC) baru saja meraup 350 juta franc Swiss atau sekitar $431 juta lewat obligasi digital pertamanya. Pencapaian ini menjadikan mereka institusi Afrika pertama yang menerbitkan surat utang digital melalui bursa teregulasi dan penitipan efek pusat. Obligasi bertenor lima tahun dengan kupon 1,4925% ini diterbitkan di atas platform SDX, infrastruktur yang dioperasikan oleh bursa SIX asal Swiss.

Permintaan datang hampir sepenuhnya dari dalam negeri Swiss yang memborong 90% penawaran, sementara sisanya diserap investor internasional. Bank dan lembaga keuangan mendominasi pembelian dengan porsi 57%, disusul manajer investasi sebanyak 37%, dan dana lindung nilai sebesar 6%. Commerzbank AG bertindak sebagai pemimpin teknis, didampingi partisipasi Deutsche Bank AG cabang London dan Zurich.

Surat utang ini menjadi obligasi berdenominasi franc Swiss keempat bagi AFC, sekaligus mencatat nominal paling tinggi. Sebelumnya, lembaga ini sempat merilis obligasi hijau senilai 150 juta franc Swiss pada 2020. Dengan nilai terbaru ini, rekor pendanaan AFC mulai membayangi UBS yang pernah menerbitkan obligasi digital senilai 375 juta franc Swiss pada 2022 lalu.

Sistem Terdistribusi, Bukan Blockchain Terbuka

Meski berlabel digital, obligasi ini tidak berjalan di atas jaringan kripto terbuka. Penerbitan murni memanfaatkan teknologi buku besar terdistribusi atau DLT tertutup untuk mencatat perpindahan kepemilikan. Langkah ini sejalan dengan pola adopsi institusional yang mengejar efisiensi setara blockchain tanpa harus menanggung risiko anonimitas di jaringan publik.

Seluruh dana yang terkumpul akan mengalir untuk kebutuhan pendanaan umum serta proyek infrastruktur di benua Afrika. AFC, yang saat ini beranggotakan 48 negara, tercatat sudah menanamkan modal investasi hingga $19 miliar sejak 2007. Posisi lembaga ini ditopang peringkat A dengan prospek positif dari S&P Global serta A3 dengan status stabil dari Moody’s.

Langkah Menuju Pasar Institusi yang Lebih Luas

Manuver keuangan di Swiss ini muncul bertepatan dengan persiapan pelaku pasar tradisional lain yang mulai mematangkan tokenisasi. Di Amerika Serikat, Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) bersiap memulai transaksi tokenisasi produksi terbatas pada Juli 2026, sebelum membuka layanan penuh pada bulan Oktober mendatang.

๐Ÿ“Œ Baca JugaModal Ventura Kripto Anjlok 50% ke $4 Miliar - Tapi Investasi Mulai Mengalir ke Sabuk Pengaman Anti-Kuantum

Bagi industri Web3, keberhasilan penerbitan ini mempertegas batas yang kian menipis antara keuangan lama dan infrastruktur baru. Saat teknologi pencatatan digital terbukti sanggup melayani perpindahan dana ratusan juta dolar di koridor teregulasi, pergeseran institusi ke arah tokenisasi tinggal menunggu waktu.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share