Galaxy Digital memangkas peluang pengesahan rancangan undang-undang Digital Asset Market Clarity (CLARITY) Act pada tahun 2026 menjadi hanya 10%. Penurunan proyeksi ini berlangsung cepat dan drastis dalam tiga bulan terakhir. Pada 22 Mei lalu, analis Galaxy masih menaruh peluang RUU ini lolos di angka 75%. Estimasi itu dipotong menjadi 60% pada 6 Juni, melorot ke 50% pada 26 Juni, dan kini anjlok ke titik terendah.
Rancangan aturan ini awalnya membawa angin segar karena disusun sebagai kerangka regulasi pertama Amerika Serikat untuk seluruh ekosistem aset digital. Langkah awalnya berjalan mulus saat CLARITY Act lolos dari meja Komite Perbankan Senat pada bulan Mei 2026, membuka jalan untuk dibawa ke pleno.
Dukungan dari dalam industri kripto juga mengalir deras sejak saat itu. Kelompok advokasi Stand With Crypto telah mengoordinasikan lebih dari 200 perusahaan dan organisasi dari berbagai sektor blockchain untuk menyurati Senat. Mereka kompak mendesak pengesahan undang-undang ini secepat mungkin untuk memberi kepastian hukum bagi para pengembang.
Menipisnya Jendela Waktu
Dorongan dari ratusan pelaku industri kripto itu menabrak kerasnya realitas kalender politik di Washington. Kepala riset Galaxy, Alex Thorn, mengungkapkan lewat platform X bahwa Senat Amerika Serikat hanya memiliki waktu efektif sekitar dua hingga tiga minggu setelah mereka kembali bersidang pada 14 September 2026 mendatang.
Waktu yang tersisa ini terlalu sempit untuk mengurai produk hukum baru. Agar bisa disahkan menjadi undang-undang tahun ini, pembahasan CLARITY Act harus mendominasi hampir seluruh sisa sesi kerja Senat. Skenario ini sulit terwujud karena Senat tidak bisa memberikan seluruh ruang waktunya hanya untuk satu agenda dan menunda urusan pemerintahan lainnya.
Selain masalah waktu yang mepet, draf aturan ini masih tersandera oleh tiga isu bawaan yang urung disepakati. Masih ada perselisihan soal penyusunan aturan etika bagi pejabat pemerintah yang memiliki aset kripto. Selain itu, poin tentang perlindungan bagi para developer juga masih terus diperdebatkan.
Kenapa Perbankan Terus Menolak
Tantangan untuk meloloskan CLARITY Act juga datang dari luar gedung Senat. Isu yang terus mengganjal adalah tekanan kuat dari sektor finansial tradisional terkait aturan yield kripto patokan dolar.
๐ Baca JugaBos Coinbase, Ripple, dan 4 Entitas Kripto ke Gedung Putih 19 Agustus - Tepat Saat CLARITY Act Mandek
Sebagian besar politisi Demokrat beserta kelompok industri perbankan mengambil sikap menentang rancangan ini. Akar masalahnya terletak pada kekhawatiran bahwa undang-undang ini akan mengizinkan perusahaan kripto untuk menawarkan yield stablecoin kepada publik.
Bank merasa posisi mereka terancam karena penerbit stablecoin berpotensi menghimpun dana masyarakat layaknya produk bank, namun tanpa harus tunduk pada regulasi ketat yang setara. Perselisihan ini menambah berat langkah CLARITY Act untuk meraup suara mayoritas dalam sisa waktu sidang.
Bagi para pengembang dan perusahaan kripto yang sudah menunggu, proyeksi 10% dari Galaxy ini menjadi sinyal yang jelas. Kepastian hukum di Amerika Serikat tampaknya belum akan datang dalam waktu dekat, tertahan oleh sempitnya waktu dan lobi perbankan.
Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




