Pengelola aset terbesar dunia menaruh beban namanya di atas meja. BlackRock, institusi keuangan dengan dana kelolaan $15 triliun, resmi mendesak Senat Amerika Serikat untuk segera mengesahkan Crypto Clarity Act atau CLARITY Act.
Kabar ini disebarkan oleh akun @WatcherGuru di X. Laporannya memancing respons luas, mengumpulkan 6.379 tanda suka dan 738 unggah ulang dari publik yang menanti arah kebijakan hukum.
Sikap BlackRock ini muncul di tengah kebingungan pasar menghadapi kebuntuan legislasi.
Barisan Pelobi Makin Padat
Desakan terbaru ini menyatukan kekuatan modal dari berbagai kubu. BlackRock memutuskan turun ke lapangan dan bergabung dengan barisan Franklin Templeton serta Goldman Sachs, yang sudah lebih dulu menekan Senat agar mempercepat pengesahan aturan ini. Tekanan beruntun dari lembaga bernilai puluhan triliun dolar ini mencerminkan rasa frustrasi industri keuangan. Saat ini, akibat kekosongan regulasi yang dibiarkan, banyak aktivitas kripto terpaksa terus beroperasi di zona abu-abu tanpa kepastian hukum.
Jika undang-undang ini diketok palu, CLARITY Act akan memberi kepastian batas wewenang. Aturan ini dirancang untuk menetapkan peran Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) serta Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) dalam mengawasi perputaran aset digital.
Alasan Aturan Ini Mandek
Kekuatan modal Wall Street berbenturan dengan tarik-ulur kepentingan di Washington. RUU ini masih tertahan di Senat akibat perdebatan alot. Anggota dewan belum sepakat mengenai standar perlindungan konsumen, aturan etika, wewenang penegakan hukum, serta langkah perlindungan terkait keuangan ilegal.
📌 Baca JugaSenat AS Coret CLARITY Act dari Jadwal Agustus - Tapi RUU Anggaran Desember Bisa Jadi Pintu Keluar Terakhir
Penolakan berpusat pada kubu Partai Demokrat. Sebanyak tujuh senator dari partai itu menyatakan menentang teks RUU versi saat ini karena dinilai belum memenuhi standar. Meski menunjukkan sikap menolak, kelompok politisi ini memastikan bahwa pintu negosiasi masih tetap terbuka bagi anggota Senat lain untuk mencari kompromi.
Kehilangan Panggung Bulan Agustus
Tuntutan BlackRock berpacu melawan kalender parlemen yang makin sempit. Senat baru saja mencabut agenda pembahasan CLARITY Act dari jadwal kerja bulan Agustus. Belum ada kepastian mengenai kapan aturan ini akan kembali naik ke meja sidang.
Bagi pelaku pasar kripto, intervensi BlackRock mengubah suhu diskusi di ibu kota. Institusi keuangan tidak lagi mau diam dan tunduk pada lambatnya birokrasi. Mereka langsung menggedor pintu Senat, kendati para politisi masih menahan aturan itu di ruang tunggu.
Dilansir dari @WatcherGuru di X.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




