๐Ÿ“… Jumat, 16 Oktober 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Arus Masuk Bitcoin ke AS Berbalik Positif Sejak 2022 - Institusi Serap 53.200 BTC Saat Ritel Terus Menjual

Arus Masuk Bitcoin ke AS Berbalik Positif Sejak 2022 - Institusi Serap 53.200 BTC Saat Ritel Terus Menjual

Arah aliran modal Bitcoin ke Amerika Serikat berbalik arah. Untuk pertama kalinya sejak 2022, arus masuk bersih Bitcoin ke entitas AS kembali bernilai positif pada periode 12 bulan hingga Juni 2026. Riset Chainalysis bertajuk ‘North America: Inside the Growth of Agentic Commerce’ mengungkap pendorong utamanya: transaksi institusi bernilai besar menyerap 53.200 BTC, menampung pasokan yang dilepas oleh investor ritel.

Dua kelompok pemodal bergerak ke arah yang berlawanan.

Siapa yang Menjual, Siapa yang Menampung

Arus masuk bersih dipimpin oleh transaksi institusi berskala besar di atas $10 juta yang menyumbang total 53.200 BTC ke berbagai entitas AS. Sebaliknya, transaksi ritel bernilai di bawah $10.000 terus mencatat arus keluar bersih dari bursa dan entitas di AS. Pola ini menandakan aksi jual yang dilakukan pemodal ritel diserap langsung oleh modal institusi yang bergerak agresif.

Daya serap modal institusi menjaga posisi AS tetap kokoh di tengah tekanan pasar global. Ukuran ekonomi kripto AS tercatat sebesar $2,78 triliun, hanya turun tipis 2,2% di tengah fase penurunan pasar kripto. Angka itu mempertahankan dominasi AS sebagai pasar kripto nasional terbesar di dunia. Peran instrumen keuangan tradisional ikut memperkuat tren ini: kehadiran ETF Bitcoin spot sejak Januari 2024 terbukti terus memperbesar pangsa pasar AS dalam total perputaran Bitcoin global.

Kekhawatiran Utang dan Pembeda Pasar Global

Minat institusi mengakumulasi Bitcoin bertumpu pada persoalan makroekonomi yang lebih mendalam. Head of Digital Assets Research BlackRock, Will Su, menyatakan kepada peneliti bahwa minat terhadap Bitcoin sebagai alternatif moneter tetap kuat akibat kekhawatiran atas lonjakan utang pemerintah serta pengeluaran negara. Pandangan ini menempatkan Bitcoin bukan sekadar komoditas spekulatif, melainkan aset lindung nilai terhadap risiko fiskal.

Laporan Chainalysis juga menyoroti perbedaan struktural yang nyata antara pasar AS dan belahan dunia lain. Aktivitas kripto di AS terkonsentrasi kuat pada Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai yang langka. Sebaliknya, pengguna di luar AS jauh lebih dominan mengadopsi stablecoin berbasis dolar. Pemicunya adalah kendala akses: banyak pengguna di berbagai negara memiliki keterbatasan akses ke sistem perbankan tradisional AS, sehingga stablecoin menjadi jalan keluar untuk memegang likuiditas dolar.

Pelajaran Penting bagi Pemodal

Dinamika aliran modal 12 bulan terakhir memberi gambaran jelas mengenai peta kekuatan pasar. Ketika pemodal ritel terus melepas kepemilikan akibat keraguan jangka pendek, modal institusi justru memanfaatkan likuiditas itu untuk mempertebal kepemilikan aset langka. Bagi pelaku pasar, memperhatikan arah akumulasi modal besar sering kali memberi gambaran lebih jernih ketimbang terjebak kepanikan harian.

Inflasi Produsen AS Tembus 6,3% dan Pukul Bitcoin ke Bawah $80.000 - Tapi Pasar Obligasi Malah Bergerak Terbalik๐Ÿ“Œ Baca JugaInflasi Produsen AS Tembus 6,3% dan Pukul Bitcoin ke Bawah $80.000 - Tapi Pasar Obligasi Malah Bergerak Terbalik

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?

Baca juga: Coinbase Kuasai 5% Pasokan Bitcoin - Kini Desak Pertahanan Kuantum Dimulai Jauh Sebelum 2029


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share