๐Ÿ“… Jumat, 16 Oktober 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Inflasi Produsen AS Tembus 6,3% dan Pukul Bitcoin ke Bawah $80.000 - Tapi Pasar Obligasi Malah Bergerak Terbalik

Inflasi Produsen AS Tembus 6,3% dan Pukul Bitcoin ke Bawah $80.000 - Tapi Pasar Obligasi Malah Bergerak Terbalik

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat periode September 2026 melonjak 1,3% bulanan (MoM) dan 6,3% tahunan (YoY). Laju kenaikan tahunan ini menjadi yang paling tajam sejak Desember 2022, sekaligus melampaui konsensus pasar sebesar 100 basis poin. Pasar kripto merespons cepat kabar itu. Harga Bitcoin terkoreksi lebih dari 3,6% dalam 24 jam, tergelincir menembus level psikologis $80.000 hingga menyentuh titik terendah harian di $80.443, dan sempat berada di bawah $80.000 sebelum kembali ke kisaran $81.000. Yang membuat rilis inflasi produsen ini langsung menekan sentimen pasar adalah sumber kenaikannya di sektor energi.

Lonjakan Energi Mendorong Biaya Pabrik

Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan harga barang final demand melonjak 2,6% MoM, mencatat rekor kenaikan bulanan terbesar sejak Desember 2009. Lonjakan harga energi sebesar 10,8% dan kenaikan bensin yang menembus 20,3% memicu lonjakan komponen barang itu, menyusul reli harga minyak mentah Brent ke kisaran $104 per barel.

Rilis data PPI ini datang hanya berselang sehari setelah indeks harga konsumen (CPI) AS tercatat di angka 3,7% YoY. Dua laporan inflasi berturut-turut ini memperkuat kekhawatiran investor bahwa The Fed berpeluang kembali menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan 27-28 Oktober 2026. Di pasar derivatif, alat CME FedWatch memperlihatkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Oktober merangkak naik ke rentang 30% hingga 34%.

Kenapa Pasar Obligasi Memilih Arah Berbeda

Di tengah tekanan yang melanda aset berisiko, pasar surat utang pemerintah AS justru bergerak ke arah sebaliknya. Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10-tahun turun mendekati 3%, menyentuh level terendah sejak 23 September.

Penurunan imbal hasil itu memperlihatkan fenomena decoupling pasar obligasi dari data makroekonomi jangka pendek. Minat investor pada obligasi pemerintah tetap bertahan karena fokus para pelaku pasar mulai beralih ke pembengkakan defisit anggaran federal AS, alih-alih semata merespons proyeksi suku bunga acuan The Fed.

Dua Garis Penahan di Grafik Mingguan

Koreksi harga akibat kecemasan makro membawa Bitcoin menguji garis tren moving average jangka panjang. Pada grafik mingguan, exponential moving average (EMA) 50-minggu berada di level $78.459, sedangkan EMA 21-minggu berada di posisi $76.144 sebagai batas penahan teknikal berikutnya.

Bagi pemegang Bitcoin, kejatuhan sesaat ke bawah $80.000 menjadi pengingat bahwa aset kripto masih peka terhadap ekspektasi pengetatan moneter. Sampai The Fed menyelesaikan rapat kebijakannya pada akhir Oktober, kisaran EMA mingguan antara $76.000 hingga $78.000 menjadi batas penentu apakah minat beli mampu menahan tekanan jual lanjutan.

Coinbase Kuasai 5% Pasokan Bitcoin - Kini Desak Pertahanan Kuantum Dimulai Jauh Sebelum 2029๐Ÿ“Œ Baca JugaCoinbase Kuasai 5% Pasokan Bitcoin - Kini Desak Pertahanan Kuantum Dimulai Jauh Sebelum 2029

Dilansir dari Cointelegraph.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?

Baca juga: Strategy Beli 250 Bitcoin Pekan Lalu - Tapi Dana $192 Juta Lari ke Saham Sendiri


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share