📅 Kamis, 23 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Arus Masuk ETF $37 Juta Angkat Ethereum ke Ambang $2.000 - Tapi Lonjakan Harga Minyak Bawa Sinyal Bahaya

Arus Masuk ETF $37 Juta Angkat Ethereum ke Ambang $2.000 - Tapi Lonjakan Harga Minyak Bawa Sinyal Bahaya

Harga Ethereum naik sekitar 6% dari titik terendah di angka $1.800 pada 21 Juli untuk bertengger di level $1.929 pada 22 Juli 2026. Aset kripto terbesar kedua di dunia ini sempat menguji kekuatan pasar dengan menyentuh nilai $1.945 pada jam-jam perdagangan intraday. Laju kenaikan ini akhirnya terhenti saat harga menemui dinding resistensi persis di bawah batas psikologis $2.000.

Suntikan modal institusional menjadi mesin utama pendorong reli harga ini. Laporan data SoSoValue menunjukkan produk ETF Ethereum spot di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih senilai $37,47 juta pada sesi perdagangan terbaru. BlackRock melalui produk ETHA miliknya tampil sebagai penyumbang terbesar dengan aliran dana $52,7 juta, meski total akhir ini terpotong akibat adanya arus keluar dari instrumen Fidelity FETH.

Sentimen Saham Teknologi dan Catatan Kuartal Ketiga

Geliat positif di pasar kripto ini merespons cuaca cerah di bursa saham Wall Street. Indeks Nasdaq Composite mencatat tambahan 1,3% sementara S&P 500 naik 0,9%, yang seluruhnya digerakkan oleh saham-saham sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan. Perusahaan cip Micron memimpin rombongan pasar dengan lonjakan ganda 12,2%, disusul oleh Nvidia yang membukukan kenaikan 2%.

Lompatan harga kali ini membalikkan tren tahunan Ethereum. Trader Daan Crypto Trades menjabarkan bahwa aset ini sekarang mengumpulkan keuntungan 22,98% untuk kuartal ketiga 2026. Angka ini melampaui rata-rata pengembalian historis kuartal ketiga sebesar 8,86% yang terukur sejak 2016. Pemulihan ini menjadi momen krusial usai harga tergerus 29,26% pada kuartal pertama dan luruh 25,28% pada kuartal kedua - dua rentetan penurunan yang menobatkan semester pertama ini sebagai performa terburuk sejak 2022.

Batas Indikator Teknikal dan Risiko Harga Minyak

Data internal jaringan menunjukkan laju yang menjanjikan. Indikator harian Relative Strength Index (RSI) kini menetap di 64,36, memotong ke atas garis sinyal di angka 59,67. Posisi indikator ini belum menyentuh batas jenuh beli di level 70, menyisakan banyak ruang bagi harga untuk kembali mendaki. Pada kerangka waktu grafik 4 jam, RSI mulai menunjukkan angka 63,29 dan indikator Stochastic RSI melandai ke angka 52,86 - penanda bahwa momentum jangka pendek mulai mendingin usai harga mundur dari $1.945.

Di balik angka metrik yang hijau ini, sebuah risiko makroekonomi membayangi pasar. Minyak mentah Brent melonjak menyentuh $91,01 pada 21 Juli menyusul memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Loncatan biaya energi ini berpotensi memicu ulang inflasi global, sebuah kondisi yang lazim menekan selera para investor terhadap aset berisiko tinggi seperti kripto.

Wall Street Masuk, Retail Kabur - Kenapa Harga Ethereum Tetap Ambles 42% Tahun Ini📌 Baca JugaWall Street Masuk, Retail Kabur - Kenapa Harga Ethereum Tetap Ambles 42% Tahun Ini

Dua arah sentimen yang saling bertabrakan ini menuntut kewaspadaan lebih. Daan mengingatkan bahwa pergerakan Ethereum tidak bisa lepas dari tren arah pasar keseluruhan. “BTC tetap harus memimpin pasar,” tegasnya, memperingatkan bahwa aksi jual pada koin utama Bitcoin akan menyedot likuiditas dari pasar koin alternatif termasuk Ethereum.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Cara Kerja Staking Kripto dan Risikonya


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share