📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
AS Gempur Iran Ronde Ketiga dan Selat Hormuz Ditutup - Tapi Harga Bitcoin Nyaris Tak Bergeming, Ini Alasannya

AS Gempur Iran Ronde Ketiga dan Selat Hormuz Ditutup - Tapi Harga Bitcoin Nyaris Tak Bergeming, Ini Alasannya

📚 Istilah di Artikel Ini:

Biasanya kombinasi ini cukup untuk membuat pasar terjun: Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran untuk ketiga kalinya dalam sepekan, dan Teheran mengumumkan Selat Hormuz ditutup ‘sampai pemberitahuan lebih lanjut’. Tapi Sabtu itu Bitcoin bertahan di kisaran 63.800 dolar - cuma turun 0,3 persen dalam 24 jam, bahkan masih naik 2 persen dalam sepekan. Kenapa pasar sedatar itu?

Ketika Bitcoin Jadi Satu-Satunya Pasar yang Buka

Sebagian jawabannya soal waktu. Serangan terjadi di akhir pekan, saat minyak, saham, dan obligasi tutup. Artinya Bitcoin praktis menjadi satu-satunya pasar besar yang tetap buka untuk ‘memberi harga’ pada peristiwa ini secara real-time - dan ia memperlakukannya nyaris seperti bukan kejadian penting.

Komando Pusat AS menyebut Presiden Trump memerintahkan serangan yang menargetkan kemampuan Iran menyerang kapal komersial, menyusul insiden kapal kontainer berbendera Siprus. Media Iran melaporkan ledakan di sepanjang pesisir selatan, termasuk pusat energi Bushehr dan Asalouyeh serta kota pelabuhan Bandar Abbas. Meski begitu, respons pasar tetap adem - sebuah pola yang kini terasa berulang.

Ujian Sebenarnya Ada di Hari Senin

Ketenangan ini belum tentu bertahan. Reaksi lintas-aset yang lebih utuh, terutama di minyak mentah, kemungkinan baru terlihat Senin saat pasar dibuka. Sekitar seperlima minyak dunia yang diangkut lewat laut melewati Selat Hormuz, dan harga Brent sudah membawa premi risiko ke akhir pekan karena lalu lintas tanker di selat itu berada di bawah normal.

Bank Wall Street Ini Kini Jual Bitcoin, Ethereum, dan Solana Langsung ke Nasabah Ritel - dan Itu Baru Permulaan📌 Baca JugaBank Wall Street Ini Kini Jual Bitcoin, Ethereum, dan Solana Langsung ke Nasabah Ritel - dan Itu Baru Permulaan

Sebagai pembanding, ketika Iran pertama kali menutup Hormuz pada awal Maret, Brent melonjak melewati 100 dolar per barel untuk pertama kalinya dalam empat tahun dan sempat menyentuh nyaris 120 dolar - dan Bitcoin ikut terjun tajam pada tiap eskalasi. Ujian sesungguhnya: kalau Senin minyak dibuka melonjak tajam sementara Bitcoin tetap kokoh, itu sinyal berbeda dari biasanya.

Yang Perlu Diwaspadai dari Ketenangan Ini

Reaksi datar Bitcoin bisa dibaca dua arah. Optimisnya, pasar menilai penutupan Hormuz sebagai ancaman yang sudah beberapa kali dilontarkan Teheran lalu ditarik lagi - jadi tak perlu panik. Sisi hati-hatinya, ketenangan akhir pekan sering menipu karena sebagian besar aset lain belum sempat bersuara. Bagi pemegang kripto, pekan pembuka nanti akan lebih banyak bercerita: apakah Bitcoin sungguh berdiri sendiri sebagai aset yang tahan guncangan, atau cuma menunda reaksi sampai pasar lain ikut buka. Dilansir dari CoinDesk.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share