Sebuah bank kripto memutuskan membawa pertarungannya ke gerbang tertinggi hukum Amerika. Custodia Bank resmi meminta Mahkamah Agung AS meninjau keputusan Federal Reserve yang menolak memberinya akses ke sistem pembayaran bank sentral. Di balik kalimat teknis itu tersimpan pertanyaan besar: siapa sebenarnya yang berhak masuk ke jantung aliran uang Amerika?
Apa Itu ‘Kunci’ yang Diperebutkan
Yang diperjuangkan Custodia adalah master account - semacam rekening induk di Federal Reserve. Tanpa akun ini, sebuah bank tidak bisa langsung menyentuh sistem pembayaran bank sentral dan harus menumpang lewat bank lain yang sudah punya akses. Bagi bank yang ingin melayani transaksi aset digital, akun ini ibarat kunci yang membedakan antara menjadi pemain penuh atau sekadar penyewa yang bergantung pada pihak ketiga.
Custodia, bank yang didirikan tokoh kripto Caitlin Long dan berbadan hukum khusus di Wyoming, sejak awal memposisikan diri sebagai jembatan teregulasi antara dunia perbankan tradisional dan aset digital. Master account adalah bagian sentral dari rencana itu - dan justru di titik itulah pintu ditutup untuknya.
Perseteruan yang Sudah Bertahun-Tahun
Ini bukan babak pertama. The Fed sebelumnya menolak permohonan Custodia, dan bank itu menggugat balik. Namun di pengadilan tingkat bawah hingga tingkat banding, Custodia berulang kali kalah: hakim menilai The Fed punya keleluasaan untuk menentukan siapa yang boleh memperoleh master account. Petisi ke Mahkamah Agung ini adalah upaya terakhir untuk membalik penilaian tersebut - meminta hakim tertinggi memutuskan apakah bank sentral benar-benar berhak menutup pintu sesuka hati.
📌 Baca JugaRegulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit
Perlu dicatat, Mahkamah Agung tidak wajib menerima setiap perkara yang diajukan. Sebagian besar petisi justru ditolak tanpa sidang. Maka langkah Custodia adalah taruhan besar dengan peluang yang jauh dari pasti.
Kenapa Ini Penting buat Seluruh Industri
Kasus Custodia jauh lebih besar dari nasib satu bank. Kalau Mahkamah Agung sampai menerima dan memihak Custodia, itu bisa membuka jalan bagi bank-bank ramah kripto lain untuk menuntut akses langsung ke infrastruktur bank sentral - sesuatu yang selama ini jadi tembok pemisah. Sebaliknya, penolakan akan menegaskan bahwa The Fed tetap pemegang kunci tunggal. Bagi industri yang terus mencari legitimasi di sistem keuangan arus utama, hasil perkara ini bisa menentukan seberapa jauh kripto boleh melangkah masuk. Dilansir dari @Cointelegraph di X.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




