Angkanya merespons langsung dinamika regulator. Harga saham perusahaan terkait tokenisasi turun hingga 11,2% setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) dikabarkan kembali menunda rencana izin pengecualian inovasi bagi sekuritas berbasis blockchain.
Saham Coinbase (COIN) turun 3% ke angka $149,30. Saham Securitize (SECZ) turun 1% ke level $5,65 setelah menyentuh titik $5,17. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif Securitize menyusul anjloknya harga saham mereka sebesar 27% pada sesi Kamis akibat laporan pendapatan yang meleset. Perusahaan itu mencatatkan pendapatan kuartal kedua sebesar $14,4 juta atau turun 5% dari tahun sebelumnya, dengan posisi rugi bersih menembus $21,7 juta.
Meski pasar sedang tertekan, sejumlah ekspansi infrastruktur terus berlanjut. Bullish memperbesar kapasitas ekosistem sekuritas tokenisasi mereka lewat akuisisi agen transfer Equiniti. Data platform RWA.xyz mencatat nilai kapitalisasi pasar saham yang ditokenisasi berada di level $2,43 miliar nilai terdistribusi, tumbuh sekitar 5% dalam 30 hari terakhir.
Batalnya Rapat dan Tekanan Politik
Kondisi harga hari ini dipicu oleh tarik-ulur kebijakan di meja regulator.
SEC mulanya berencana membeberkan sebagian isi aturan baru ini bersamaan dengan agenda rapat Regulation Crypto. Namun rapat tanggal 14 Agustus itu mendadak dicoret dengan alasan kendala jadwal yang tidak terduga, tanpa menyertakan tanggal pengganti.
Penundaan ini ikut dipengaruhi oleh kekhawatiran dari Gedung Putih. Sejumlah pejabat khawatir aturan pengecualian dari SEC bisa merumitkan proses negosiasi di Kongres tentang Digital Asset Market Clarity Act (CLARITY Act). Pemimpin Mayoritas Senat John Thune sudah meminta percepatan pembahasan RUU itu pada 7 Agustus, tapi Senat sudah lebih dulu memasuki masa reses.
Apa yang Dikhawatirkan Wall Street?
Masalah izin ini memancing penolakan ganda, baik dari dalam lembaga maupun kubu keuangan tradisional.
๐ Baca JugaProyek Kripto Keluarga Trump Kantongi Izin Bank Federal - Penerbit Stablecoin USD1 Segera Berpindah Tangan
Staf internal SEC mempertanyakan kesiapan lembaga mereka sendiri. Mereka ragu apakah komisi memiliki payung otoritas hukum, dasar analisis ekonomi, dan kelengkapan prosedural yang memadai untuk menopang regulasi baru ini.
Dari kubu Wall Street, Asosiasi Industri Sekuritas dan Pasar Keuangan (SIFMA) mempersoalkan kemampuan platform blockchain dalam mematuhi aturan ekuitas yang sudah baku. SIFMA menyoroti kewajiban pialang untuk selalu memberikan eksekusi pesanan terbaik bagi nasabah, sebuah aturan main yang belum teruji di sistem pencatatan blockchain.
Gesekan ini melengkapi penundaan pertama yang sudah terjadi pada bulan Mei. Saat itu, pengelola bursa dan pelaku pasar mempertanyakan keabsahan pihak ketiga dalam mencetak token saham tanpa izin langsung dari perusahaan emiten.
Ketua SEC Paul Atkins sebelumnya pernah melontarkan wacana jalur alternatif. Usulan itu mencakup izin pengecualian untuk startup berdurasi empat tahun dengan batas dana $5 juta, atau jalur penggalangan dana lain hingga batas $75 juta selama periode dua belas bulan operasional.
Selama pengawas pasar dan pemain keuangan tradisional belum sepakat soal tapal batas wewenang, sektor tokenisasi akan terus meraba-raba arah kepastian hukum. Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




