Binance.US menyatakan diri sudah selesai dengan masa sulitnya. CEO perusahaan, Stephen Gregory, menyebut bursa yang dipimpinnya kini fokus bertumbuh setelah menjalani apa yang ia sebut ‘hibernasi’ selama dua tahun - masa mati suri akibat masalah regulasi yang membelit merek Binance secara global. Dan targetnya kali ini tidak tanggung-tanggung.
Gregory memasang sasaran untuk mengembalikan pangsa pasar AS Binance.US ke level 20%. Angka itu ambisius mengingat betapa dalamnya tekanan yang sempat menghantam perusahaan, sekaligus menandakan bahwa manajemen merasa fase terburuk sudah lewat.
Strategi Merebut Kembali Panggung
Untuk bersaing dengan raksasa seperti Coinbase dan Kraken, Binance.US menyiapkan sejumlah amunisi. Andalannya adalah strategi biaya trading yang ultra-rendah, ditambah produk baru yang lebih teregulasi serta likuiditas yang lebih dalam. Kombinasi ini diharapkan bisa menarik kembali trader yang sempat berpindah selama masa vakum.
Gregory juga melihat celah dari sisi regulasi. Menurutnya, lingkungan regulasi AS yang kini lebih ramah membuka kemungkinan bagi Binance.US untuk berekspansi melampaui sekadar trading spot. Artinya, ada ruang untuk menambah lini produk baru yang selama ini sulit ditawarkan di tengah ketidakpastian aturan.
Timing yang Kebetulan Menguntungkan
Ambisi ini datang di momen yang boleh dibilang pas. Volume trading di bursa terpusat naik untuk pertama kalinya dalam lima bulan pada Juni 2026. Volume spot tercatat naik 15,3% menjadi $1,11 triliun, sementara volume perpetual RWA melonjak ke rekor $311 miliar.
📌 Baca JugaRaksasa Jepang SBI Diam-diam Kuasai Bursa Kripto Singapura - Ini Peta ‘Kerajaan Aset Digital’ yang Sedang Dibangunnya
Angka-angka itu memberi sinyal bahwa selera pasar terhadap aktivitas trading mulai kembali menghangat - kondisi ideal bagi sebuah bursa yang baru saja bangkit dan ingin merebut pangsa. Pertanyaannya, apakah biaya murah dan produk baru cukup untuk mengejar Coinbase dan Kraken yang sudah mapan selama Binance.US berhibernasi. Target 20% terdengar berani, dan bulan-bulan ke depan akan menunjukkan seberapa realistis ambisi itu.
Dilansir dari CoinDesk.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




