Seorang investor asal Inggris bernama Chris akhirnya mendapatkan kembali 61 BTC miliknya setelah 12 tahun berlalu tanpa akses. Cerita bermula pada Desember 2011, saat ia menyetor modal ยฃ1.500 atau sekitar $2.000 untuk memborong Bitcoin. Pada masa itu, harga satu keping koin masih tertahan di bawah $4. Chris bertransaksi lewat Britcoin, sebuah platform bursa kripto pionir yang beroperasi di wilayah Inggris.
Masalah mulai muncul ketika Britcoin mengubah nama operasinya menjadi Intersango. Bursa itu mengumumkan penghentian layanan perdagangan dolar AS pada Oktober 2012. Tak butuh waktu lama hingga situs web mereka mati total dan lenyap dari internet pada awal 2014. Saat akses Chris terputus belasan tahun lalu, seluruh portofolionya bernilai ยฃ4.000. Hari ini, 61 keping Bitcoin miliknya bernilai ยฃ3,3 juta atau setara $4,5 juta.
Bukan Karena Lupa Sandi
Sebagian besar kisah hilangnya koin lama umumnya berputar soal investor yang lupa seed phrase atau membuang perangkat penyimpanan. Kasus Chris menyoroti sudut berbeda - ia kehilangan kendali karena risiko kustodial dari bursa pihak ketiga yang bangkrut dan tutup. Karena ia menaruh asetnya di dompet yang dikelola oleh bursa, ia memerlukan klaim hukum kepemilikan untuk menarik koinnya kembali.
Ujian utamanya ada di sisi pelacakan riwayat aset. Jaringan blockchain memang merekam setiap perpindahan dana antar dompet selamanya, tetapi sistem publik itu hanya berisi susunan angka tanpa memuat nama hukum individu. Penyelidik tidak bisa menunjuk sebuah alamat dompet lalu mengklaimnya milik klien tanpa jejak pendukung.
Firma hukum CEL Solicitors yang menangani kasus ini bertugas menyambungkan bukti dunia nyata dengan pergerakan koin di jaringan. Mereka menelusuri tumpukan kertas lama milik Chris untuk mencari dokumen pembelian awal. Bukti yang akhirnya terkumpul meliputi rekam perbankan berusia hampir 15 tahun, riwayat korespondensi email, serta konfirmasi setoran deposit. Semua data fisik ini kemudian digabungkan dengan alat pelacakan kripto modern untuk menguatkan klaim kepemilikan.
Selesai Hanya Dalam Empat Bulan
Tim pengacara menuntaskan klaim penarikan koin dalam waktu sekitar empat bulan. Pemulihan aset bernilai jutaan dolar itu diproses utuh tanpa intervensi aparat penegak hukum. Mereka maju murni bermodalkan dokumen administratif yang dirangkai ulang dari tumpukan berkas lawas.
๐ Baca JugaTidur 16 Tahun, 600 BTC Era Satoshi Kembali Aktif - Analisis Tepis Kaitan dengan Sang Pencipta
Hingga hari ini, CEL Solicitors belum memublikasikan putusan pengadilan tertulis atau merilis laporan teknis pelacakan mereka. Kepastian bahwa akses 61 BTC itu sudah dikembalikan utuh ke klien sepenuhnya bersandar pada pernyataan pihak firma hukum. Akhir perjalanan koin berumur belasan tahun ini kembali membuktikan mahalnya biaya menitipkan aset dalam waktu lama di platform kustodial.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Baca juga: 1.500 BTC per Hari Bergerak dari Dompet Tidur 5 Tahun - Tapi Angka Ini Menyimpan Fakta Lain
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




