Anthropic mengumumkan model AI Claude membuktikan Teorema Terakhir Fermat dalam 11 hari. Pembuktian formal berformat Lean ini diselesaikan hampir sepenuhnya mandiri dan menghasilkan 13 juta baris kode matematika yang bisa diverifikasi komputer baris per baris.
Teka-teki matematika ini pertama kali dicatat Pierre de Fermat pada margin buku matematika tahun 1637 dan bertahan tanpa pembuktian tuntas selama 358 tahun. Matematikawan Andrew Wiles baru membuktikannya pada 1995 melalui makalah sepanjang 129 halaman yang bertumpu pada matematika modern. Pembuktian Wiles sendiri sempat ditolak reviewer karena ditemukan lubang logika, sebelum akhirnya diperbaiki selama hampir setahun bersama Richard Taylor. Claude tidak sekadar meninjau ulang catatan itu, melainkan menyusun pembuktian formal dari tingkat aksioma paling mendasar.
Bagaimana Puluhan Agen Bekerja Tanpa Saling Tabrak
Proyek ini digagas oleh Tianyi Peng dari tim Columbia University yang membangun perangkat formalisasi AI dengan model setara Claude Fable 5.1. Puluhan agen Claude dikerahkan bekerja paralel untuk memecahkan lebih dari 30.000 teorema pendukung, menghabiskan miliaran token sepanjang prosesnya.
Kunci koordinasi sistem ini bertumpu pada Prove2Me, alat yang memberi setiap agen daftar pekerjaan yang sama secara real-time. Mekanisme ini memastikan tidak ada agen yang menduplikasi pembuktian atau menyimpang dari rantai logika utama.
Hasil akhirnya menghasilkan kode lima kali lebih besar dari Mathlib, pustaka matematika bersama milik para matematikawan dunia, atau setara dengan 160 novel. Naskah pembuktian lengkap ini sudah dirilis di GitHub dan dapat diperiksa langsung oleh publik.
Validasi Matematikawan dan Dampaknya ke Keamanan Kripto
Kevin Buzzard, matematikawan Imperial College London yang memimpin proyek pembuktian serupa dengan target selesai 2029, telah meninjau dan menyetujui hasil kerja Claude. Buzzard menyatakan pembuktian ini sah tanpa asumsi apa pun selain aksioma dasar matematika.
๐ Baca JugaNvidia Bayar $12,93 Miliar Beli Hugging Face - Tapi Janjikan Pintu Tetap Terbuka Bagi Hardware Pesaing
Bagi industri kripto dan Web3, lompatan AI dalam pembuktian formal berdampak langsung pada penguatan kriptografi dan keamanan blockchain. Sistem verifikasi mekanis memungkinkan pengembang mendeteksi kerentanan logika pada smart contract dan protokol konsensus lebih cepat, memangkas risiko eksploitasi sebelum kode dieksekusi di jaringan utama.
Ketika penalaran logika belasan juta baris kode tuntas dalam hitungan hari, standar audit keamanan digital memasuki era verifikasi berbasis mesin.
Dilansir dari Decrypt.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




