๐Ÿ“… Minggu, 18 Oktober 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
BIS Sebut Stablecoin Mulai Gerus Deposito Bank - Kenaikan Bunga 0,01 Poin Terbukti Mampu Meredamnya

BIS Sebut Stablecoin Mulai Gerus Deposito Bank - Kenaikan Bunga 0,01 Poin Terbukti Mampu Meredamnya

Bank for International Settlements (BIS) resmi mengeluarkan kesimpulan baru: stablecoin kini bersaing langsung memperebutkan simpanan nasabah dari bank konvensional. Lembaga yang menaungi bank-bank sentral dunia itu menegaskan bahwa aset dolar digital bukan lagi sekadar instrumen spekulasi perdagangan kripto, melainkan penampung likuiditas yang mulai menggerus basis simpanan bank.

Bagi regulator, temuan ini memperkuat kekhawatiran lama soal ancaman disintermediasi perbankan. Di tengah pasar stablecoin global yang menyentuh angka $6 triliun, perpindahan dana dari rekening giro atau tabungan menuju dompet digital berpotensi mengurangi ketersediaan dana murah yang selama ini menopang penyaluran kredit perbankan. Namun temuan ini juga mengungkap sisi lain: pertahanan perbankan ternyata bertumpu pada pergeseran angka yang kecil.

Bagaimana Bunga 0,01 Poin Mampu Meredam Pertumbuhan

Kenaikan suku bunga deposito setipis 0,01 poin persentase sudah mampu meredam laju pertumbuhan stablecoin. Temuan riset BIS menunjukkan bahwa para pemilik dana bergerak cepat memperhitungkan selisih imbal hasil antara sistem keuangan konvensional dan instrumen on-chain.

USDC tercatat sebagai aset yang paling rentan terhadap penyesuaian bunga perbankan. Ketika imbal hasil simpanan di bank umum naik sedikit saja, minat menahan likuiditas di dalam USDC langsung tertahan, membuktikan bahwa arus masuk aset patokan dolar ini peka terhadap suku bunga bebas risiko di dunia nyata.

Dua Arah Berlawanan di Industri Perbankan

Wells Fargo, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley kini aktif mengeksplorasi tokenisasi serta sistem pembayaran berbasis blockchain. Ketiga bank Wall Street itu melihat teknologi buku besar terdistribusi sebagai jalur efisiensi baru untuk memproses transaksi antar-lembaga.

Kondisi ini memicu ketegangan di industri keuangan. Pada satu sisi, bank ingin mengadopsi kecepatan transfer blockchain; pada sisi lain, mereka menghadapi ancaman kehilangan dana simpanan murah jika nasabah ritel maupun korporasi memilih menyimpan kas harian di stablecoin.

Justifikasi Baru Mengetatkan Aturan Cadangan

Status BIS sebagai bank sentral dari bank-bank sentral dunia memberi bobot regulasi yang berat pada riset ini. Temuan resmi mereka kerap menjadi rujukan utama bagi otoritas moneter di berbagai negara dalam merancang mata uang digital bank sentral (CBDC) maupun membatasi ruang gerak penerbit swasta.

Tiga Bank Terbesar Wall Street Kompak Lirik Tokenisasi - Tapi Belum Satupun Berani Buka Angka Pendapatan๐Ÿ“Œ Baca JugaTiga Bank Terbesar Wall Street Kompak Lirik Tokenisasi - Tapi Belum Satupun Berani Buka Angka Pendapatan

Otoritas keuangan kini memegang dasar kuat untuk menekan produk berbunga di sektor kripto. Jika stablecoin terbukti menggerus simpanan bank, regulator berpeluang menetapkan batas atas yield stablecoin atau mewajibkan penempatan cadangan 1:1 langsung di bank konvensional agar likuiditas tidak mengalir keluar dari sistem perbankan.

Bagi pemilik modal dan pemegang dolar digital, arah kebijakan ini memberi pesan gamblang: imbal hasil tinggi dari aset patokan dolar kemungkinan besar akan semakin diperketat. Ketika bank sentral mulai melihat kripto mengancam simpanan perbankan, proteksi sistem perbankan lama akan selalu didahulukan ketimbang kebebasan likuiditas on-chain.

Dilansir dari @WatcherGuru di X.

Sebelumnya: Bunga Deposito Naik Cuma 0,01 Poin Bisa Rem Laju Stablecoin - USDC Terbukti Paling Rentan


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share