Seorang pelaku kejahatan siber kehilangan lebih dari $4,9 juta dalam bentuk Bitcoin (sekitar 60 BTC) setelah dompet perangkat keras Ledger miliknya dibobol peretas lain. Laporan perusahaan analitik blockchain Chainalysis mengungkap bahwa seluruh dana itu amblas dari tiga dompet fisik yang dipakai menampung hasil kejahatan.
Yang membuat peristiwa ini menonjol bukan sekadar nilainya, melainkan asal-usul dananya: modal curian dari penipuan lowongan kerja daring yang justru dicuri kembali oleh peretas lain.
Modus Jebakan Saldo Minus
Sebelum dananya dikuras peretas, pelaku mengumpulkan puluhan keping Bitcoin itu lewat skema penipuan lowongan kerja online (task scam). Modusnya menyasar para pencari kerja dengan iming-iming komisi harian. Korban pada awalnya diberi bayaran sungguhan setelah menyelesaikan tugas sederhana, seperti menulis ulasan produk palsu atau mendongkrak volume penjualan toko di platform e-commerce.
Tahap penipuan dimulai ketika korban sudah mulai percaya pada tawaran kerja itu. Pelaku kemudian merekayasa sistem dan memberi tahu para korban bahwa saldo akun tugas mereka mendadak minus. Untuk mencairkan komisi fiktif yang dijanjikan, korban diwajibkan menyetor dana pribadi lebih dulu demi menutup saldo minus itu. Begitu korban mengirimkan uang pribadi mereka, pelaku langsung memindahkan dana hasil rampasan ke alamat dompet miliknya.
Bagaimana Chip Seluler Membobol Tiga Dompet
Pelaku mentransfer seluruh dana hasil penipuan ke tiga alamat dompet perangkat keras Ledger. Langkah menyimpan dana di dompet dingin (cold wallet) lazim dipakai pelaku kejahatan untuk menghindari pelacakan serta penyitaan bursa. Namun, tiga unit perangkat yang ia gunakan ternyata menyimpan celah fisik.
Insiden ini berkaitan langsung dengan kasus pembobolan keamanan perangkat Ledger yang sebelumnya dijual oleh reseller resmi CryptoBilis di kawasan Asia Tenggara. Hasil temuan penyelidik mengungkap bahwa perangkat yang terdampak telah disusupi implan perangkat keras ilegal. Implan berbahaya ini mampu mencuri frasa pemulihan (seed phrase) dompet lalu mengirimkannya secara nirkabel melalui jaringan seluler ke pihak luar. Dengan frasa pemulihan di tangan, peretas lain dapat langsung menguras habis seluruh isi 60 BTC dari jarak jauh tanpa perlu menyentuh perangkat fisik milik pelaku.
Risiko Nyata Celah Rantai Pasok
Catatan Chainalysis menempatkan pelaku penipuan itu sebagai salah satu korban terbesar dari eksploitasi celah fisik perangkat keras Ledger. Peristiwa ini menjadi ironi ketika pelaku kejahatan yang menipu para pencari kerja justru kehilangan jutaan dolar hasil kejahatannya hanya dalam hitungan menit.
๐ Baca JugaGoogle Pangkas Galat Kuantum 40 Kali Lipat - Enkripsi Bitcoin Kini Butuh Kurang dari 500.000 Qubit
Bagi pemilik aset kripto, pembobolan lewat unit CryptoBilis ini membawa pelajaran penting tentang keamanan cold storage. Ancaman terhadap dompet kripto tidak melulu berakar dari kelalaian mengklik tautan phishing atau kebocoran kata sandi di internet. Ketika integritas perangkat keras sudah disusupi sejak di rantai pasok distributor resmi, proteksi offline yang ditawarkan dompet fisik bisa menjadi tidak berguna.
Dilansir dari CoinDesk.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




