Jaringan Bitcoin baru saja memproses transaksi mainnet pertama yang dirancang aman dari komputer kuantum pada 26 Agustus 2026, tercatat di blok 964.199. Eksekusi ini berjalan di bawah aturan konsensus yang ada tanpa memerlukan soft fork, penambahan opcode baru, atau perubahan pada node.
Skema bernama Quantum-Safe Bitcoin (QSB) rancangan peneliti StarkWare, Avihu Levy, ini masuk ke blockchain melalui layanan Slipstream milik MARA Pool. Jalur langsung ke penambang terpaksa dipakai karena node biasa mengklasifikasikan QSB sebagai format nonstandar dan menolak menyebarkannya ke mempool.
Biaya komputasi untuk keamanan ekstra menyentuh $150 hingga $200 dalam bentuk pemakaian GPU, dan memakan waktu berjam-jam karena setiap transaksi menuntut sekitar 2^46 percobaan hashing.
Mengandalkan RIPEMD-160 Tanpa Soft Fork
Keamanan QSB bertumpu pada resistensi preimage RIPEMD-160 yang berkekuatan sekitar 118-bit. Metode ini meninggalkan kriptografi kurva eliptik (ECDSA) bawaan Bitcoin yang rentan dibongkar mesin kuantum. CEO StarkWare Eli Ben-Sasson menilai inovasi QSB memberi jaminan awal bahwa kepemilikan aset bisa dilindungi sebelum pembaruan jaringan skala besar diresmikan.
Keterbatasan teknis membatasi solusi awal ini. QSB hanya berfungsi untuk skrip legacy sebelum era SegWit, dan sama sekali tidak melindungi output Taproot atau saluran Lightning Network. Levy sendiri menganggap inovasinya sebatas langkah darurat terakhir, bukan pengganti protokol skala penuh.
Koin Dorman Tetap Rentan
Pakar Daniel Batten menilai klaim QSB membuat Bitcoin aman dari kuantum berlebihan. Syarat utamanya: aset harus dipindah ke output QSB sebelum peretas kuantum muncul. Jika public key sebuah alamat sudah pernah terekspos ke publik sebelumnya, QSB tidak menolong dan koin dorman di dalamnya tetap terancam.
Google pada Maret 2026 merilis perkiraan bahwa mesin kuantum yang cukup kuat bisa mengambil alih private key Bitcoin dalam tempo 9 hingga 12 menit setelah public key terlihat.
๐ Baca JugaPemerintah AS Geser Bitcoin Sitaan Alameda - Sinyal Jual atau Terkunci Aturan Cadangan Nasional?
Opsi Solusi Jangka Panjang
Blockstream bergerak dengan pendekatan berbeda lewat publikasi proposal SHRINCS. Tanda tangan pasca-kuantum pertama yang dirancang khusus untuk Bitcoin ini berukuran 548 hingga 4619 byte, melompat jauh dari 64 byte ukuran Schnorr saat ini. Proposal yang sedang diuji di sidechain Liquid ini dihitung sanggup mempertahankan kapasitas Bitcoin di level 3 transaksi per detik (TPS), berbanding 0,36 TPS jika memakai standar SPHINCS+ dari NIST, meski SHRINCS belum melampirkan bukti keamanan formal.
Pengembang Bitcoin juga menimbang opsi BIP-360 berbasis Pay-to-Merkle-Root, usulan yang mengharuskan perombakan protokol dasar.
Ancaman peretasan kuantum tidak lagi sekadar perdebatan akademis di forum kriptografi, melainkan sudah memicu eksperimen nyata di blockchain dengan ongkos yang bisa diukur harganya. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Baca juga: Better dan Coinbase Rilis KPR Beragunan Bitcoin - Harga BTC Anjlok Pun Tak Ada Margin Call
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




