Unstoppable Domains resmi tidak mengajukan aplikasi ke Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) untuk sembilan ekstensi Web3 miliknya, termasuk .crypto, .wallet, dan .blockchain, hingga batas waktu putaran 2026 ditutup pada 12 Agustus lalu.
Pendiri Matthew Gould mengumumkan keputusan pembatalan itu karena hitungan angka yang tidak sejalan. Perusahaan menilai beban biaya kepatuhan, persiapan dokumen aplikasi, dan potensi lelang ICANN melampaui proyeksi pendapatan dari penjualan domain. Sebagai kompensasi, Unstoppable mulai menghubungi pelanggan terdampak lewat email untuk menawarkan opsi pengembalian dana (refund). Namun sampai hari ini belum ada rincian pasti mengenai daftar ekstensi yang memenuhi syarat, besaran uang yang dikembalikan, maupun prosedur klaimnya.
Dua Sistem yang Berjalan Terpisah
Langkah mundur ini mengakhiri ambisi Unstoppable Domains yang sejak 2019 konsisten mempromosikan koneksi nama Web3 ke jaringan internet konvensional. Tanpa persetujuan ICANN, domain blockchain dan sistem penamaan DNS standar akan terus berada di dua sistem terpisah. Ekstensi Web3 tetap hidup sebagai aset on-chain yang berfungsi menjadi alias alamat kripto di dalam dompet atau aplikasi yang kompatibel, tapi tidak bisa terbuka otomatis di browser biasa. Ketidakpastian serupa kini ikut menimpa nasib domain .brave berbasis Polygon hasil kerja sama dengan peramban Brave yang meluncur pada Mei 2025 lalu.
Pesaing utamanya, Ethereum Name Service (ENS), justru mengambil jalur berlawanan. Di saat ICANN menerima lebih dari 1.600 aplikasi primer yang menumpuk di hari-hari terakhir putaran 2026, pemegang token ENS baru saja menyetujui restrukturisasi yayasan. Mereka menunjuk lima anggota dewan khusus untuk mewakili kepentingan ENS langsung di ICANN.
Bergeser Menjadi Penyedia Registri
Meski membatalkan pendaftaran ekstensinya sendiri, Unstoppable tetap mempertahankan posisinya di ekosistem penamaan internet. Mereka berganti peran sebagai penyedia layanan teknis bagi aplikasi mitra. Perusahaan kini menjadi penyedia registri bagi Telegram yang maju mendaftarkan ekstensi .gram ke ICANN. Pendiri Telegram Pavel Durov mencatat ada potensi lebih dari 1 miliar pengguna yang akan memanfaatkan alamat .gram kelak.
Bagi pembeli eceran yang sudah memegang ekstensi .crypto atau .wallet, utilitas aset on-chain mereka tidak terpengaruh. Hanya saja, janji lama bahwa nama itu suatu hari bisa diketik langsung di kolom alamat Chrome atau Safari resmi kandas. Pemilik domain kini harus berpuas diri dengan fungsi aslinya sebagai alamat transfer kripto, sembari menanti instruksi pengembalian uang masuk ke email mereka.
๐ Baca JugaTaurus Sambungkan Klien ke Ledger Blockchain Swift - Saat Dallas Fed Peringatkan Risiko Kapasitas $700 Miliar
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




