Fork (Hard Fork & Soft Fork) adalah perubahan atau pembaruan pada aturan protokol jaringan blockchain. Hard fork menghasilkan cabang baru yang tidak kompatibel dengan versi lama sehingga menciptakan mata uang kripto baru, sedangkan soft fork adalah pembaruan yang lebih ringan karena masih bisa bekerja sama dengan sistem yang lama.
🔊 Cara baca: fok (hard fok & soft fok)
Penjelasan
Bayangkan sebuah resep masakan keluarga yang sudah turun-temurun digunakan di sebuah restoran. Suatu hari, para koki berdebat karena ingin menambahkan bahan baru. Jika sebagian koki memilih membuat restoran baru dengan resep baru yang sangat berbeda dan tidak bisa dicampur dengan resep lama, itu adalah Hard Fork.
Sementara itu, jika sebagian koki hanya membuat modifikasi kecil pada resep lama, dan pelanggan yang menyukai resep lama tetap bisa menikmati masakan tersebut di restoran yang sama tanpa masalah, itu adalah Soft Fork.
Dalam dunia blockchain, fork terjadi ketika pengembang atau komunitas memutuskan untuk mengubah aturan dasar protokol yang mengatur jaringan tersebut. Perubahan ini bisa bertujuan untuk memperbaiki keamanan, menambah fitur baru, atau menyelesaikan perbedaan pendapat di antara komunitas pengguna dan pengembang.
Hard fork adalah pembaruan perangkat lunak yang tidak kompatibel ke belakang. Artinya, semua komputer yang menjalankan jaringan (node) wajib memperbarui sistem mereka ke versi terbaru jika ingin terus berpartisipasi. Jika ada kelompok yang menolak pembaruan tersebut, jaringan akan terpecah menjadi dua blockchain yang terpisah dan mandiri.
Sebaliknya, soft fork bersifat kompatibel ke belakang. Node yang belum memperbarui sistem tetap bisa berinteraksi dengan node yang sudah diperbarui, meskipun mereka mungkin tidak bisa menikmati fitur-fitur baru. Pembaruan jenis ini lebih mudah diterapkan karena tidak memaksa seluruh jaringan untuk segera beradaptasi.
Secara teknis, soft fork mempersempit ruang aturan lama sehingga aturan baru menjadi bagian dari aturan yang sudah ada, membuat blok baru tetap dianggap valid oleh sistem lama. Sebaliknya, hard fork memperluas aturan sehingga sistem lama menganggap blok baru tidak valid. Hal ini memerlukan konsensus mayoritas yang sangat tinggi dari para penambang atau validator untuk mencegah terjadinya perpecahan rantai yang tidak disengaja.
🇮🇩 Konteks Indonesia
Ketika terjadi hard fork yang melahirkan koin baru, exchange terdaftar yang berstatus Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) di Indonesia akan mengevaluasi apakah koin baru tersebut aman untuk didistribusikan ke pengguna. Hal ini penting karena aset kripto di Indonesia dikategorikan sebagai komoditi yang diawasi oleh OJK/Bappebti, bukan sebagai alat pembayaran yang sah. Pengguna juga perlu ingat bahwa setiap transaksi jual-beli koin hasil fork di platform PFAK akan dikenai pajak final.
Contoh
Bayangkan steker listrik di rumah Anda. Soft fork seperti memasang adaptor serbaguna pada colokan dua kaki lama Anda agar bisa menerima colokan tiga kaki baru; colokan lama tetap bisa digunakan di sana. Sedangkan hard fork seperti Anda mengganti seluruh lubang colokan di dinding rumah menjadi jenis baru yang sama sekali berbeda; semua peralatan elektronik dengan kabel colokan lama tidak akan bisa digunakan lagi sebelum kepalanya diganti agar sesuai dengan lubang yang baru.
Apakah setiap terjadi hard fork akan selalu menghasilkan koin baru?
Ya, jika terjadi perbedaan pendapat dan sebagian pengguna memilih tetap menggunakan aturan lama sementara sebagian lain menggunakan aturan baru, maka blockchain akan terbelah menjadi dua jalur mandiri yang masing-masing memiliki koin sendiri.
Apa contoh hard fork yang paling terkenal?
Salah satu contoh paling terkenal adalah pecahnya jaringan Bitcoin pada tahun 2017 yang melahirkan Bitcoin Cash, akibat perbedaan pandangan tentang cara meningkatkan kapasitas transaksi harian.
🧠 Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 17 Juli 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




