📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Bitcoin Masuki Pekan Paling Rawan - Ancaman Naik Suku Bunga Fed Bertabrakan dengan Data Inflasi AS

Bitcoin Masuki Pekan Paling Rawan - Ancaman Naik Suku Bunga Fed Bertabrakan dengan Data Inflasi AS

📚 Istilah di Artikel Ini:

Bitcoin sedang menghadapi salah satu pekan paling menegangkan tahun ini. Gubernur The Fed Christopher Waller memperingatkan bahwa bank sentral AS bisa saja mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga jika inflasi terus bertahan di atas target 2%, menurut laporan Reuters. Bagi aset berisiko seperti kripto, itu bukan kabar yang menenangkan.

Peringatan Waller datang tepat menjelang dua rilis data yang sangat dinanti pasar. Data Consumer Price Index (CPI) untuk Juni dijadwalkan keluar pada 14 Juli 2026, disusul Producer Price Index (PPI) sehari setelahnya pada 15 Juli. Dua angka ini bisa menentukan arah sentimen dalam beberapa hari ke depan.

Harapan Melandai, Tapi Risiko Tetap Menganga

Ada sisi yang membuat pelaku pasar sedikit optimistis. Para ekonom Wall Street memperkirakan inflasi bulanan CPI Juni melandai ke 0,2% dari 0,5% pada Mei, sementara inflasi tahunan diproyeksikan turun ke 3,8% dari sebelumnya 4,2%. Kalau proyeksi ini terbukti, tekanan pada aset berisiko bisa sedikit mengendur.

Masalahnya, ekspektasi kebijakan justru bergerak ke arah sebaliknya. Setelah komentar Waller, CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September naik menjadi 51,3% - artinya pasar kini melihat kenaikan suku bunga lebih mungkin terjadi ketimbang tidak. Notulen rapat kebijakan terakhir The Fed pun memperkuat kekhawatiran itu: sejumlah pejabat masih cemas soal tekanan inflasi, termasuk yang dipicu lonjakan investasi AI dan aktivitas ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan.

Di tengah tarik-menarik itu, harga Bitcoin ikut goyah. BTC sempat naik ke sekitar $64.500 sebelum akhirnya tergelincir kembali ke bawah $62.000, dipicu kombinasi kekhawatiran suku bunga dan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Bank Wall Street Ini Kini Jual Bitcoin, Ethereum, dan Solana Langsung ke Nasabah Ritel - dan Itu Baru Permulaan📌 Baca JugaBank Wall Street Ini Kini Jual Bitcoin, Ethereum, dan Solana Langsung ke Nasabah Ritel - dan Itu Baru Permulaan

CLARITY Act Menambah Bumbu Politik

Selain isu moneter, ada faktor politik yang turut jadi sorotan pekan ini. RUU CLARITY Act kembali menyita perhatian setelah Presiden Trump mendesak Senat untuk mengesahkannya - kali ini dengan bingkai penghormatan kepada mendiang Senator Lindsey Graham. Untuk pasar kripto, kejelasan regulasi memang bisa jadi katalis positif jangka panjang, meski di tengah tekanan makro sekarang perannya cenderung tenggelam.

Jadi ke mana arahnya? Menurut para analis, semua bergantung pada angka inflasi. Data yang lebih lunak dari perkiraan berpotensi meredakan tekanan pada aset berisiko dan memberi Bitcoin ruang bernapas. Sebaliknya, data yang lebih panas justru bisa memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang ketat dan menekan kripto lebih jauh. Untuk saat ini, Bitcoin berdiri di persimpangan - dan dua angka rilis pekan ini yang akan menunjukkan jalannya.

Dilansir dari crypto.news.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share