📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Warren Ngotot Blokir CLARITY Act - Ungkit 'Cuan' Kripto Keluarga Trump yang Tembus $1,2 Miliar

Warren Ngotot Blokir CLARITY Act - Ungkit ‘Cuan’ Kripto Keluarga Trump yang Tembus $1,2 Miliar

📚 Istilah di Artikel Ini:

Pertarungan soal masa depan regulasi kripto di Amerika Serikat memasuki babak paling panas. Senator Elizabeth Warren mengirim surat pada Senin 13 Juli 2026, mendesak pimpinan Senat memastikan CLARITY Act memuat satu pasal krusial: larangan bagi Presiden Trump dan keluarganya untuk mencari untung dari sektor kripto. Dan angka yang jadi latar belakangnya tidak main-main.

Menurut dokumen pengungkapan, Trump meraup lebih dari $1,2 miliar dari bisnis kripto tahun lalu. Meski begitu, larangan yang diminta Warren belum juga ditambahkan ke dalam RUU. ‘Legislasi kripto yang menuju lantai Senat harus mencegah presiden, wakil presiden, pejabat senior pemerintahan, anggota Kongres, dan keluarga mereka mencari untung dari industri kripto,’ tulis Warren. ‘Kurang dari itu adalah pemberian cuma-cuma yang mencolok kepada presiden dan keluarganya dengan mengorbankan publik.’

Barisan Demokrat Menyusun Perlawanan

Warren tidak sendirian. Pada Selasa 14 Juli 2026, sejumlah senator Demokrat lain dijadwalkan menggelar konferensi pers untuk menentang CLARITY Act. Di antara mereka ada nama-nama besar termasuk calon presiden potensial 2028 Chris Murphy dan Chris Van Hollen.

Fokus perlawanan mereka ternyata lebih luas dari sekadar bisnis kripto keluarga presiden. Argumen utama yang diusung adalah bahwa RUU ini berpotensi melemahkan pengawasan finansial secara menyeluruh. Pihak yang menolak menilai CLARITY Act akan menggerus aturan-aturan keuangan yang sudah berlaku sejak era Depresi Besar, lewat pengecualian khusus untuk aset berbasis blockchain.

Di seberang, industri kripto punya pembelaan sendiri. Mereka berargumen CLARITY Act justru akan melegalkan sebagian besar aktivitas kripto di AS sehingga menambah kepastian regulasi yang selama ini didambakan - sebuah kejelasan yang menurut mereka baik untuk pertumbuhan sektor ini.

Jam Terus Berdetak, Suara Republik Menyusut

Yang membuat situasi makin genting adalah faktor waktu. RUU ini sudah dibahas lebih dari setahun dan kini menghadapi tenggat hidup-mati: harus lolos sebelum reses Agustus Kongres, atau berisiko terganjal oleh pemilu paruh waktu November. Untuk lolos, RUU butuh 60 suara di Senat - artinya minimal tujuh senator Demokrat harus ikut mendukung.

Regulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit📌 Baca JugaRegulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit

Kondisi Republik justru sedang tidak ideal. Mitch McConnell masih dirawat di rumah sakit akibat masalah kesehatan bulan lalu, sementara Lindsey Graham meninggal dunia secara mendadak akhir pekan lalu. Berkurangnya jumlah senator Republik aktif membuat perhitungan suara jadi lebih rumit.

Di sinilah muncul ironi yang menarik. Presiden Trump mendesak Senat mengesahkan CLARITY Act untuk menghormati mendiang Graham, yang disebutnya sebagai ‘pendukung besar’ kripto. Padahal Graham sebenarnya tidak terlibat langsung dalam negosiasi RUU dan jarang bicara soal isu ini. Lebih ironis lagi, Graham justru pernah menjadi satu-satunya senator Republik yang men-co-sponsori UU Anti-Pencucian Uang Aset Digital 2023 - undang-undang yang oleh kelompok kripto dianggap ‘sangat anti-kripto’. Nasib RUU ini kini tergantung pada bagaimana drama politik pekan-pekan terakhir ini berakhir.

Dilansir dari Decrypt.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share