Harga Bitcoin sempat mendaki dari $65.149 hingga hampir menyentuh $67.000 sebelum kembali jatuh ke kisaran $66.276. Penurunan ini menghapus $250 juta open interest hanya dalam satu menit lewat penutupan posisi senilai lebih dari $100 juta, membawa harga turun sesaat ke $65.900.
Penolakan di batas atas ini punya pemicu makro yang jelas di luar pasar kripto. Harga minyak mentah Amerika Serikat naik 2,6% ke $84,70 per barel - titik tertinggi sejak 12 Juni - menyusul eskalasi militer antara AS dan Iran. Pasukan AS telah melancarkan serangan hari ke-10 berturut-turut terhadap Iran, diiringi peringatan Donald Trump bahwa negara itu “akan membayar”. Ketegangan bertambah dengan laporan kerusakan kapal tanker di Selat Hormuz dan ancaman Houthi terhadap jalur pengiriman Arab Saudi.
Apa Hubungannya dengan Kripto?
Minyak yang lebih mahal berarti biaya energi naik, dan ini bisa merayap masuk ke data inflasi bulan Juli. Kalau inflasi naik, ruang bank sentral AS untuk melonggarkan kebijakan suku bunga jadi menyempit. Dolar langsung merespons dengan menguat, menekan aset berisiko seperti Bitcoin turun.
Koreksi ini datang di tengah sentimen pasar yang sebenarnya sedang positif berkat negosiasi undang-undang kripto CLARITY Act. Treasury Secretary Scott Bessent menyebut negosiasi RUU ini sudah berada di “garis satu yard”, sementara senator mengindikasikan pemungutan suara final makin dekat. Kesepakatan ini mencakup aturan etika komprehensif yang disetujui Trump, yang disebut White House sebagai “ketentuan etika paling komprehensif dan luas dalam sejarah”.
Saham-saham terkait kripto ikut terdongkrak kabar ini. Coinbase (CRCL) naik 8,6%, Circle 7%, MicroStrategy (MSTR) 4,22%, dan BitMine (BMNR) 3,61%. Arus dana institusional juga berlanjut, di mana data SoSoValue mencatat ETF Bitcoin spot AS menarik aliran masuk $227 juta pada 20 Juli - mencetak rentetan positif lima hari berturut-turut, rekor terpanjang sejak bulan April.
Satu Hambatan Politik yang Tersisa
Meski RUU hampir final, masih ada tarik-ulur soal siapa yang berhak menegakkan aturan etika. Pihak Demokrat menginginkan wewenang itu jatuh ke tangan attorney general tingkat negara bagian. Di sisi lain, Republikan dan White House bersikeras wewenangnya ada di attorney general federal - posisi yang dinilai Demokrat terlalu mudah dipengaruhi Trump. Teks final aturan ini bahkan belum dibagikan ke anggota Demokrat, padahal tenggat masa reses musim panas jatuh pada 7 Agustus.
📌 Baca JugaBitcoin Lewati $65.000 Didorong Arus Masuk ETF $727 Juta - Tapi Paus Sudah Lebih Dulu Borong $16,7 Miliar
Dari sisi teknikal, pergerakan Bitcoin belum menunjukkan tren dominan. Indikator ADX berada di 23,08, di bawah batas 25 yang biasanya mengonfirmasi awal sebuah tren. MACD grafik empat jam memang menunjukkan sinyal naik di level 592,66 berbanding signal line 441,46, dibarengi aliran masuk modal dari Chaikin Money Flow di angka 0,35. Tapi pasar sedang lesu; volume perdagangan spot 30 hari hanya mencapai 62% dari rata-rata tahunan, dan open interest futures CME berada di titik terendah sejak 2023.
Hambatan berikutnya bagi pembeli ada di level $68.000. Angka ini merupakan zona beli rata-rata bagi investor yang masuk dalam lima bulan terakhir, sekaligus titik puncak pertengahan Juni sebelum harga sempat jebol ke bawah $58.000. Selama geopolitik global masih menyandera harga energi, dorongan institusi ke kripto harus bersaing ketat dengan inflasi. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




