Bitcoin nyaris mencatat golden cross perdananya sejak November lalu saat harganya menyentuh puncak harian $79.837. Garis indikator Exponential Moving Average (EMA) 50-hari sempat memotong ke atas EMA 200-hari di chart harian. Namun momentum teknikal itu gagal bertahan setelah rilis data inflasi Amerika Serikat memaksa harga mundur ke kisaran $77.438, menyisakan kenaikan 1,19% dalam satu hari.
Laju inflasi yang lebih panas meredam prospek kenaikan lebih lanjut. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) inti bulanan Amerika Serikat tercatat di angka 0,3%, melewati ekspektasi para analis yang mematok 0,2%. Laporan inflasi itu langsung memicu reaksi di pasar berjangka. Berdasarkan perhitungan CME FedWatch, probabilitas bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga 25 basis poin melesat dari 69% ke 86,5% hanya dalam beberapa jam setelah publikasi data inflasi.
Mengapa Pasar Berbalik Arah
Peluang kenaikan suku bunga membawa pola sejarah yang sudah dihafal banyak pedagang: laju pengetatan moneter umumnya mendahului pergerakan risk-off dari para investor. Pemilik modal cenderung menarik uang keluar dari aset berisiko tinggi seperti Bitcoin maupun saham teknologi ketika biaya pinjaman diproyeksikan naik.
Meski harga terdorong turun, kondisi teknikal Bitcoin di kerangka waktu yang lebih besar belum rusak sepenuhnya. Indikator Average Directional Index (ADX) harian bertahan di level 45. Angka itu bertengger jauh di atas ambang batas 25, menandakan ada tren nyata yang mendasari pergerakan harga saat ini. Begitu juga dengan indikator Relative Strength Index (RSI) harian yang berada di titik 55,5, menempatkan posisi pasar di zona bullish netral tanpa menunjukkan status jenuh beli.
Tekanan Jual Jangka Pendek
Situasinya berbeda jika kita membedah grafik dengan kerangka waktu yang lebih sempit. Pada chart 4 jam, indikator RSI justru tergelincir ke wilayah bearish di titik 43,3. Indikator Squeeze Momentum juga baru saja mencatat status aktif seiring meluasnya volatilitas hingga 3,95%.
Walau mendapat tekanan ganda dari inflasi makro dan indikator jangka pendek, golden cross di chart 4 jam masih bertahan utuh sejak pertama kali terbentuk pada akhir Agustus lalu. Pembeli masih memiliki harapan tersisa, walau kini mereka harus berhadapan langsung dengan prospek pengetatan kebijakan bank sentral.
๐ Baca JugaETF Bitcoin AS Buang $282 Juta dalam Sehari - Tapi Akar Masalahnya Ada di Laporan Inflasi
Bagi pedagang yang mengincar penembusan resistensi, penolakan harga hari ini menjadi pengingat yang berguna soal hierarki sentimen pasar. Pola grafik harian sering kali harus menyerah ketika angka ekonomi makro Amerika Serikat bergeser ke arah yang tidak menguntungkan.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Baca juga: Strategy Tahan Pembelian Bitcoin Sepekan - Alihkan Kas $176 Juta Demi Saham Diskon
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




