๐Ÿ“… Sabtu, 12 September 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
ESMA Soroti Pasar Prediksi Kripto Akibat 'Insider Trading' - Ironisnya 67% Cuan Hanya Mengalir ke 0,1% Akun

ESMA Soroti Pasar Prediksi Kripto Akibat ‘Insider Trading’ - Ironisnya 67% Cuan Hanya Mengalir ke 0,1% Akun

European Securities and Markets Authority (ESMA) menempatkan pasar prediksi kripto ke dalam radar pengawasan utamanya lewat laporan pemantauan risiko terbaru. Regulator Eropa ini menyebut platform seperti Polymarket dan Kalshi penuh dengan praktik perdagangan orang dalam alias insider trading. ESMA menilai respons pengelola platform masih lambat karena mereka baru bertindak reaktif setelah pelaku telanjur meraup keuntungannya.

Angka di lapangan memperkuat peringatan regulator. Data Wall Street Journal mengungkap 67% keuntungan di Polymarket hanya mengalir ke 0,1% akun. Analisis Bloomberg ikut menunjukkan bahwa mayoritas pengguna biasa di platform Polymarket berujung pada kerugian bersih.

Kenapa Blokir Pengguna Tidak Merata?

Polymarket dan Kalshi memblokir pengguna dari sebagian negara Uni Eropa. Keputusan ini memicu pertanyaan dari ESMA karena pemblokiran nyatanya tidak diterapkan serentak di semua negara anggota. Kedua platform memang menerapkan larangan penggunaan VPN untuk mencegah akses gelap, tetapi ESMA meragukan efektivitas praktis dari larangan itu di lapangan.

Perbedaan status hukum kontrak kejadian (event contracts) ikut memicu kebingungan regulasi antar negara. Instrumen taruhan ini berpotensi masuk dalam aturan MiFID II, MiCA, atau sekadar dikategorikan sebagai judi biasa. Jika dianggap sebagai instrumen keuangan, kontrak itu langsung dihitung sebagai derivatif - kelas aset yang dilarang dijual kepada investor ritel menurut aturan nasional di banyak negara Uni Eropa. Saat ini, Malta menjadi satu-satunya negara anggota yang bersiap menyusun kerangka regulasi khusus untuk pasar prediksi.

Perbedaan Jalur di Amerika Serikat

Otoritas Amerika Serikat mengambil arah kebijakan yang berbeda dari Eropa. Commodity Futures Trading Commission (CFTC) memutuskan untuk mempertahankan yurisdiksinya atas pasar prediksi dengan satu batasan tegas: melarang kontrak yang memuat unsur perang maupun pembunuhan. Aturan ini memicu adu argumen antara bursa berjangka tradisional CME dan Kalshi dalam meja bundar CFTC bulan Agustus lalu.

SBF Bawa Vonis 25 Tahun ke Mahkamah Agung AS - Klaim Uang Nasabah Utuh Meski Peluang Lolos Cuma 1 Persen๐Ÿ“Œ Baca JugaSBF Bawa Vonis 25 Tahun ke Mahkamah Agung AS - Klaim Uang Nasabah Utuh Meski Peluang Lolos Cuma 1 Persen

Perwakilan platform terus menolak anggapan bahwa sistem mereka memfasilitasi aktivitas tanpa jejak. Chief Legal Officer Polymarket Neal Kumar berargumen bahwa kasus taruhan politik terkait presiden Venezuela Nicolรกs Maduro telah membuktikan platformnya tidak sepenuhnya anonim. Namun pembelaan hukum ini berhadapan dengan kenyataan distribusi untung yang timpang: selama porsi terbesar uang masih mengalir ke segelintir dompet saja, pasar prediksi kripto akan terus diawasi ketat. Dilansir dari Decrypt.

Baca juga: Senat AS Gelar Voting CLARITY Act 15 September - Kripto Butuh 7 Suara Ekstra Hadapi Gempuran Bank Tradisional


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share