Total volume perdagangan kripto di platform Robinhood kembali berakselerasi dengan membukukan angka $17,5 miliar sepanjang bulan Agustus 2026. Laporan ini menandai kenaikan 61% dibandingkan akumulasi transaksi pada Juli lalu, memberi indikasi kembalinya lalu lintas pembelian ritel.
Namun kenaikan persentase yang tinggi ini baru menunjukkan separuh cerita di lapangan. Angka volume $17,5 miliar ternyata masih tertinggal 38% di bawah rekor perdagangan yang dicatat pada Agustus 2025. Perbandingan dari tahun ke tahun ini menegaskan bahwa pantulan angka bulanan belum sanggup mengembalikan gairah pasar ke level puncaknya tahun lalu.
Dua Jalur Penopang Volume
Kenaikan angka volume pada Agustus ditopang oleh dua mesin layanan yang berbeda. Bitstamp, bursa kripto yang diakuisisi Robinhood, memikul porsi mayoritas dengan menyetor $10,1 miliar ke dalam pembukuan transaksi. Kontribusi dari Bitstamp tercatat naik 53% dibanding capaian bulan sebelumnya. Walau menjadi jangkar laporan, total transaksi bursa Bitstamp tetap 30% lebih rendah dibanding kinerja mereka pada Agustus tahun lalu.
Sementara itu, aplikasi asli Robinhood memproses sisa perputaran aset dengan volume $7,4 miliar. Segmen antarmuka ritel ini membukukan persentase pertumbuhan dari bulan ke bulan paling tinggi di level 72%, tapi ironisnya menderita selisih tahunan terdalam lewat penurunan 46%. Pihak manajemen menggarisbawahi bahwa seluruh hitungan volume murni bersumber dari platform terpusat, lantaran hitungan transaksi Robinhood Chain tidak ikut disertakan ke dalam laporan ini.
Kripto Melambat, Sektor Lain Menyelamatkan
Efek turunnya transaksi tahunan sejatinya sudah terekam di buku kas perusahaan. Pada penutupan kuartal kedua 2026, pendapatan Robinhood yang khusus bersumber dari transaksi kripto merosot 38% ke level $100 juta. Penurunan pendapatan ini tampak mencolok saat disandingkan dengan kuartal yang sama tahun 2025, masa di mana divisi kripto sanggup menyerahkan pendapatan berkisar $160 juta.
Kabar melegakan bagi perusahaan, surutnya sisi aset digital tidak sampai menyeret jatuh total neraca keuangan. Aliran transaksi dari lini ekuitas, perdagangan opsi, dan event contracts hadir menambal lubang yang ditinggalkan divisi kripto. Tiga produk sekuritas ini bahkan mengambil peran penting dalam membantu Robinhood mencetak rekor tertinggi laba dan pendapatan kuartalan.
๐ Baca JugaPolymarket Tarik Veteran Amazon Jadi CFO Pertama - Targetkan Pasar AS Lewat Akuisisi $112 Juta
Fokus pengamatan ke depannya mulai berpindah pada langkah utilisasi infrastruktur lapisan kedua mereka. Perusahaan analis Bernstein memproyeksikan jaringan Robinhood Chain kelak memiliki kemampuan mengumpulkan biaya tahunan senilai $160 juta saat tahun 2028 tiba. Pembangunan operasi infrastruktur layer-2 merupakan strategi antisipasi agar bisnis tidak bergantung mutlak pada fluktuasi jual beli koin saja. Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: CEO Copper Mendadak Mundur - Tawaran Pembeli Meleset $300 Juta dari Target
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




