Para pembeli Bitcoin menutup mata terhadap rentetan kabar buruk yang menghantam ekosistem dalam sepuluh hari terakhir. Harga Bitcoin melesat menembus $65.000 pada perdagangan Senin awal pekan ini, mempertegas tren positif yang sudah mencatatkan penguatan hampir 3% dalam rentang sepekan terakhir.
Kenaikan harga ini muncul di tengah kondisi teknis internal yang jauh dari kata aman. Jaringan Bitcoin saat ini diuji oleh masalah beruntun, mulai dari gelombang keempat sweeping dompet Coldcard, celah kritis pada sistem BTCPay Server yang menguras saldo di node Lightning, hingga masalah percabangan rantai BIP-110 yang mengalami stall. Namun para pelaku pasar memilih mengabaikan deretan risiko internal itu dan terus mendorong batas harga ke atas.
Angin Segar dari Data Makroekonomi
Optimisme yang menopang laju harga kripto saat ini berakar dari pasar saham dan ekspektasi arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat. Indeks S&P 500 baru saja mencetak rekor tertinggi menyusul laporan data pekerjaan AS hari Jumat yang lebih lemah dari perkiraan. Angka tenaga kerja yang mulai melonggar itu langsung mengurangi kekhawatiran pasar bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuannya.
Selera risiko para investor yang membaik juga tergambar dari bursa saham global. MSCI All Country World Index naik 0,1%, sebuah pencapaian yang menandai kenaikan ketujuh kalinya dalam delapan sesi perdagangan terakhir. Pada saat yang sama, yield obligasi 10 tahun AS mengalami kenaikan 1 basis poin hingga menyentuh level 4,66%.
Meski begitu, ketegangan di sektor geopolitik yang belum mereda menambah lapisan risiko bagi pasar keuangan global. Harga patokan minyak mentah Brent naik 1% hingga menyentuh $84,40 per barel. Lonjakan harga komoditas ini dipicu oleh sikap Iran yang menolak tawaran negosiasi, diperparah dengan kondisi perairan Selat Hormuz yang sampai saat ini masih tertutup.
Semua Hijau Kecuali XRP
Di saat harga Bitcoin dan pasar saham melaju beriringan, kondisi berbeda justru mendera barisan aset kripto lapis kedua. XRP menjadi satu-satunya aset kripto berkapitalisasi besar yang menelan rapor merah. Koin ini tergelincir 0,4% menuju batas harga $1,03. Koreksi harian itu menggenapkan kerugian XRP menjadi minus 4% jika dihitung dalam sepekan terakhir.
📌 Baca JugaBofA Beri Sinyal Jual Saat Yuan Sentuh Puncak 3 Tahun - Tapi Paus Misterius Justru Borong 500 Ribu SOL
Pergerakan lamban juga terlihat pada beberapa token lain. Koin Hyperliquid HYPE mencatatkan koreksi harian 1% ke harga $54, meskipun posisinya masih membukukan sisa keuntungan 3% dalam hitungan mingguan. Sementara itu, koin meme Dogecoin gagal mengikuti tren reli dan harganya tertahan di bawah batas 7 sen.
Ujian berikutnya bagi reli Bitcoin akan datang pada hari Rabu pukul 8:30 pagi ET, saat pemerintah AS merilis data inflasi konsumen (CPI) bulan Juli. Data inilah yang akan menjadi arena pembuktian - apakah euforia pasar saham dan kripto hari ini memang punya pijakan kuat, atau sekadar reaksi prematur terhadap data tenaga kerja.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




