Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan penambahan 162.000 tenaga kerja nonfarm payroll sepanjang Agustus. Angka ini melampaui jauh rata-rata penambahan bulanan 31.000 yang tercatat selama 12 bulan terakhir, dengan tingkat pengangguran tetap bertahan di 4,1%.
Data ketenagakerjaan itu langsung menekan Bitcoin turun kembali ke bawah $80.000. Pelaku pasar merespons pengumuman itu dengan menambah taruhan terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral. Berdasarkan laporan Reuters, probabilitas The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan 15-16 September mendatang melonjak menjadi 61%, dari posisi 52% sesaat sebelum angka lapangan kerja dipublikasikan.
Dampaknya langsung merambat ke proyeksi pemangkasan suku bunga jangka panjang. Citigroup memundurkan perkiraan pemotongan suku bunga The Fed berikutnya dari jadwal Oktober 2026 menjadi Juni 2027.
Penolakan Harga Lebih Awal di $82.400
Tekanan turun hari ini menghapus reli Bitcoin sebelumnya yang sempat menembus angka $82.000 - level tertingginya sejak Mei. Namun, pelemahan harga ternyata bukan semata-mata efek kejut dari laporan ekonomi AS.
Analis dari platform Rain mencatat pergerakan Bitcoin sebenarnya sudah menghadapi penolakan kuat di rentang harga $82.400, bahkan sebelum data tenaga kerja sampai ke publik. Fakta ini menandakan tekanan jual memang sudah menumpuk di area puncak, dan kemunculan data makroekonomi hanya memicu pergerakan aset ke level yang lebih rendah.
Indikator teknikal mengonfirmasi kondisi pasar yang masih tertahan. Relative Strength Index (RSI) harian Bitcoin berada di posisi 66,28, masih di bawah batas overbought 70. Dari sisi tren, indikator Aroon Up unggul di 85,71% berbanding Aroon Down 7,14%, sedangkan indikator Chaikin Money Flow pada grafik empat jam berada di angka +0,19 - menunjukkan arus modal positif namun moderat.
Dua Angka Kritis Sebelum Rilis Inflasi
Trader kini dihadapkan pada dua tembok likuidasi yang mengunci arah pergerakan aset. Dukungan dasar harga berada di $78.000, sementara resistensi membentang dari $82.000 hingga $84.000. Pasar membutuhkan penembusan kuat melewati batas atas itu untuk membatalkan tren pergerakan harga yang condong ke arah turun.
๐ Baca JugaLaporan Tenaga Kerja AS Sentuh 162.000 Posisi Baru - Bukannya Naik, Bitcoin Anjlok ke Bawah $80.000
Fokus pasar berikutnya beralih ke rentetan agenda makroekonomi yang akan menentukan likuiditas. Data CPI Amerika Serikat dijadwalkan rilis 11 September, langsung disusul penentuan suku bunga final The Fed pada 16 September.
Bagi pedagang harian, deretan angka dari meja bank sentral pekan depan jauh lebih menentukan arah dompet ketimbang garis prediksi di layar teknikal. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Sebelumnya: Laporan Tenaga Kerja AS Sentuh 162.000 Posisi Baru - Bukannya Naik, Bitcoin Anjlok ke Bawah $80.000
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




