Google merilis tambalan darurat untuk celah keamanan tingkat tinggi di Chrome setelah mendeteksi adanya eksploitasi aktif di dunia nyata. Bug dengan kode CVE-2026-85046 itu bersarang di engine V8, komponen inti peramban yang bertugas menjalankan fungsi JavaScript dan WebAssembly.
Hingga pembaruan ini bergulir, Google menolak mengungkap detail identitas penyerang, korban, maupun jangkauan kemampuan eksploit. Perusahaan teknologi itu menahan spesifikasi serangan sampai mayoritas pengguna selesai menginstal patch demi mencegah eksploitasi susulan oleh pihak lain.
Eror Memori dari Data yang Tertukar
Berdasarkan catatan teknisnya, CVE-2026-85046 tergolong sebagai bug type-confusion. Masalah ini terjadi ketika perangkat lunak keliru memperlakukan suatu data sebagai tipe yang salah, lalu memicu eror memori atau perilaku sistem di luar dugaan. Sampai saat ini, Google belum mengonfirmasi apakah celah keamanan ini memungkinkan peretas mengeksekusi kode dari jarak jauh.
Peneliti keamanan Salvatore Gulizia, yang juga dikenal dengan nama alias Serotav, melaporkan temuan ini pada 4 Agustus lalu. Atas laporannya, Google memberikan imbalan bug bounty $1.000. Pembaruan Chrome tidak hanya menutup celah V8, tetapi juga mencakup 12 perbaikan keamanan - sembilan di antaranya masuk kategori tingkat tinggi, dan dua tingkat menengah.
Pengguna Windows dan Mac bisa mendapatkan patch ini pada Chrome versi 152.0.7977.82 dan 152.0.7977.83, sementara pengguna Linux di versi 152.0.7977.82. Google menyatakan proses distribusi pembaruan akan memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu ke depan.
Ancaman Ekstensi bagi Aset Kripto
Bagi komunitas Web3, celah di peramban selalu menjadi titik rentan. Dompet kripto yang beroperasi sebagai ekstensi browser punya sejarah panjang sebagai sasaran peretas.
๐ Baca JugaG7 Peringatkan Komputer Kuantum Bisa Bobol Kriptografi - Solana Gelar Uji Coba, Bitcoin Rancang Proposal Migrasi
Pada November 2025 lalu, sebuah ekstensi Chrome berbahaya kedapatan menyisipkan perintah transfer SOL tersembunyi tepat saat pengguna melakukan swap token. Kasus pembobolan lewat peramban juga menimpa seorang pengusaha Singapura yang kehilangan aset senilai lebih dari $14.000 setelah dompet browsernya terserang malware berkedok permainan digital. Ancaman ini tidak terbatas pada satu platform peramban - bulan Agustus ini saja, tim keamanan menemukan puluhan ekstensi Firefox palsu yang dirancang khusus untuk memanen kredensial dompet kripto pengguna.
Melihat rentetan kasus pencurian lewat ekstensi peramban, segera memasang pembaruan Chrome adalah langkah pengamanan wajib bagi para pemegang aset kripto.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Anthropic Akui Claude Jebol Sistem 3 Perusahaan - Ironinya AI Ini Merasa Masih Berada di Simulasi
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




