Perusahaan tambang Bitcoin mulai menyewakan dayanya untuk kecerdasan buatan. Bitdeer Technologies Group baru saja mengumumkan penandatanganan kontrak kolokasi 16 tahun dengan Volta Tydal AS pada 4 Agustus 2026. Lewat anak usahanya, Tydal Data Center, Bitdeer sepakat menyewakan 121 MW kapasitas IT kritis untuk kampus AI dan komputasi kinerja tinggi (HPC) di Norwegia, mengambil porsi besar dari total daya 133 MW yang tersedia di lokasi.
Nilai kontrak awal kesepakatan ini menembus $4,7 miliar. Angka ini bahkan bisa membengkak hingga $8 miliar dalam rentang 24 tahun jika Volta memilih opsi perpanjangan selama delapan tahun. Sebagai pengguna fasilitas, Volta berencana membangun laboratorium AI terkemuka bertenaga GPU NVIDIA dan infrastruktur teknologi buatan Dell Technologies. Namun, identitas pelanggan akhir yang akan memakai fasilitas komputasi ini belum diungkapkan ke publik.
Tapi peralihan besar ini bukan tanpa risiko dan perhitungan panjang.
Siapa yang Membiayai Pembangunan Ini?
Meski diproyeksikan mengantongi pendapatan $4,7 miliar dalam jangka panjang, Bitdeer masih butuh modal di depan. Manajemen memperkirakan biaya belanja modal (capex) tambahan sebesar $500 juta, atau sekitar $4 juta per IT MW, untuk merampungkan tahap konstruksi. Guna menutup kebutuhan dana awal ini, perusahaan berencana mencari suntikan utang baru.
Di sisi lain, Volta maju ke meja perundingan dengan jaminan finansial kuat. Kewajiban mereka dipagari oleh fasilitas letter of credit senilai $1,3 miliar dari afiliasi J.P. Morgan beserta satu institusi keuangan global lainnya. Kontrak ini mematok tarif sewa rata-rata $202 per kilowatt per bulan selama 16 tahun pertama, dengan kesepakatan kenaikan pembayaran sebesar 3% setiap tahun. Hitung-hitungan ini membuat manajemen Bitdeer yakin proyek kolokasi punya margin pendapatan operasional bersih (NOI) menembus 90%, dengan rata-rata pendapatan tahunan mencapai $2,4 juta per IT MW.
Klausul Berhenti dan Reaksi Pasar
Satu detail mencolok dari kesepakatan belasan tahun ini adalah adanya celah keluar. Volta mengantongi hak terminasi tanpa biaya setelah tahun kesepuluh, meski masa kontrak asli disepakati berlaku selama 16 tahun penuh.
📌 Baca JugaJepang Bakar $36,6 Miliar Bersama AS Selamatkan Yen - Bitcoin Tak Bergeming di $63.600
Pasar merespons positif langkah diversifikasi ini. Harga saham BTDR naik 7,8% ke level $11,37 pada penutupan terbaru, mereda dari lonjakan awal yang sempat menyentuh angka 23%. Manuver di Norwegia ini mempertegas strategi Bitdeer saat ini: mengalihkan sebagian porsi daya dari penambangan Bitcoin menuju bisnis kolokasi AI.
Sebagai perbandingan, laporan operasional Juni 2026 menunjukkan Bitdeer mencatat kapasitas penambangan mandiri 73 EH/s dan memproduksi 990 BTC sepanjang bulan itu. Di saat bersamaan, layanan cloud AI mereka mulai unjuk gigi dengan estimasi pendapatan tahunan (annualized) mencapai $76 juta pada tingkat utilisasi 95%. Bitdeer kini sedang mengembangkan dua ruang (hall) tambahan berkapasitas 47 MW untuk pelanggan AI dan HPC pada paruh kedua 2027. Kinerja kuartal terbaru kemungkinan baru dibeberkan saat perusahaan merilis laporan keuangan Q2 pada 10 Agustus mendatang.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




