๐Ÿ“… Sabtu, 19 September 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Krisis Minyak Selat Hormuz Bikin Obligasi AS Lompat 90 Bps - Tapi Modal Justru Lari ke Bitcoin $81.034

Krisis Minyak Selat Hormuz Bikin Obligasi AS Lompat 90 Bps - Tapi Modal Justru Lari ke Bitcoin $81.034

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Bitcoin menembus $80.000 pada sesi Wall Street Jumat, 19 September, dan mencatat puncak lokal $81.034 di bursa Bitstamp. Kenaikan sekitar 5% dalam 24 jam ini membawa harga bertahan di kisaran $80.800 saat laporan ini ditulis. Pergerakan cepat ini langsung menutup paksa posisi trader yang bertaruh harga akan turun, memicu likuidasi posisi short lintas-kripto hingga $250 juta hanya dalam waktu empat jam.

Perang AS-Iran dan Defisit 13,1 Juta Barel

Aliran modal ke Bitcoin terjadi tepat ketika pasar tradisional menghadapi tekanan dari sektor energi global. Laporan terbaru Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa berbagai negara mungkin terpaksa memangkas penggunaan minyak jika gangguan pasokan di Teluk Persia berlanjut. Penutupan Selat Hormuz akibat perang AS-Iran telah menghambat jalur utama distribusi minyak dunia. Pada Agustus 2026, volume minyak yang melintasi selat itu hanya tercatat 7,6 juta barel per hari - berkurang 13,1 juta barel dari level pasokan normal sebelum konflik pecah.

Untuk menjaga keseimbangan pasar, IEA sudah turun tangan pada bulan Maret 2026 dengan melepas 400 juta barel minyak dari cadangan darurat. Menurut lembaga itu, langkah pelepasan pasokan ini sempat meredam harga, didukung oleh penguatan rute bypass distribusi dan peningkatan output dari produsen di luar kawasan konflik. Namun, efek intervensi ini perlahan memudar. Harga minyak WTI yang sempat turun ke angka $94,8 per barel kini mulai naik kembali menuju level $98. IEA menegaskan bahwa jika pasokan dari kawasan Teluk tetap terhambat, harga komoditas utama ini bisa naik lagi dan skenario pengurangan permintaan mungkin harus diterapkan paksa.

Arus Pelarian dari Pasar Tradisional

Gejolak energi ini menular ke pasar keuangan konvensional dan mempengaruhi stabilitas instrumen utang. Imbal hasil obligasi Amerika Serikat bertenor 30 tahun merespons kondisi krisis dengan naik ke level 5,34% - ada penambahan 90 basis poin hanya dalam satu hari perdagangan. Kenaikan angka ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap potensi inflasi jangka panjang yang mengikuti tingginya biaya energi.

Ketika instrumen tradisional merespons ketegangan geopolitik fisik, arus modal mulai mencari instrumen alternatif. Krisis energi global langsung memicu ketidakpastian di pasar tradisional, dan rentetan kondisi makro ini membawa dana segar masuk ke Bitcoin. Angka $81.034 dan rentetan likuidasi $250 juta hari ini menjadi bukti bahwa aset kripto ikut merespons krisis dari dunia nyata.

The Fed Naikkan Suku Bunga Perdana Sejak 2023 - Tapi Pernyataan Ketua Warsh Justru Bikin Goldman Balik Arah๐Ÿ“Œ Baca JugaThe Fed Naikkan Suku Bunga Perdana Sejak 2023 - Tapi Pernyataan Ketua Warsh Justru Bikin Goldman Balik Arah

Dilansir dari Cointelegraph.

Baca juga: Peluang The Fed Naikkan Bunga Tembus 92%, Bitcoin Terperosok ke Bawah $76.000 Bareng Wall Street


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share