Sahil Arora membuka dapur promosi memecoin selebritas ke ruang publik. Melalui serangkaian tangkapan layar percakapan privat yang diunggah di platform X pada 7 November, promotor kontroversial ini menuduh sejumlah figur kripto menerima bayaran promosi terselubung. Bukti yang dibagikan mencakup percakapan internal, rekaman akun, hingga rincian transaksi pengiriman dana.
Salah satu nama yang disasar adalah Mario Nawfal, presenter media sekaligus investor kripto. Sahil mengklaim tarif sebesar $10.000, atau sekitar Rp158 juta, bisa membeli satu cuitan promosi dari akun Nawfal. Untuk memperkuat tuduhannya, Sahil menyertakan rekaman akun berlabel Mario Nawfal beserta bukti rincian pengiriman transaksi. Tuduhan ini menempatkan sorotan tajam pada praktik berbayar di balik rekomendasi akun-akun berpengaruh.
Pertemuan Berbayar dan Rekayasa Peluncuran Token JENNER
Dokumen obrolan lain mengungkap nama selebritas Caitlyn Jenner. Sahil membeberkan tangkapan layar percakapan grup bertajuk “launch with Caitlyn” (peluncuran bersama Caitlyn) yang melibatkan pembuat konten Jakey alias Jake Hillhouse serta Sophia Hutchins, manajer Jenner.
Dalam obrolan itu, Sahil mengaku mengatur sesi pertemuan video antara Jakey dan Caitlyn Jenner pada Juni 2024 dengan biaya sekitar $10.000. Rekaman pertemuan itu kemudian dipublikasikan oleh Jakey sebagai sebuah kencan. Pada saat yang sama, Hutchins membahas rencana pengunggahan video di akun Instagram resmi Jenner untuk menepis kabar burung bahwa akun sang selebritas sedang diretas.
Strategi pemasaran token JENNER tidak berhenti pada konten video. Potongan pesan memperlihatkan adanya permintaan interaksi langsung dari akun resmi Jenner guna mendongkrak visibilitas token di linimasa. Selain itu, pengelola kampanye berupaya mengarahkan audiens ke forum audio X Spaces yang ramah demi menghindari pertanyaan kritis dari publik.
Klaim Netralitas Influencer dan Korban di Solana
Sasaran Sahil berikutnya mengarah ke influencer akun Bark. Tangkapan layar obrolan tertanggal 27 dan 28 Mei 2024 memperlihatkan pembicaraan seputar jadwal peluncuran token, agenda promosi bersama komunitas Habibi, serta rencana mengundang musisi Iggy Azalea ke sesi X Space. Bukti pembicaraan itu bertolak belakang dengan pernyataan publik Bark pada 30 Mei 2024, saat ia menegaskan dirinya independen dan “bekerja untuk tidak siapa pun”.
Gelombang kemunculan koin meme figur publik di jaringan Solana sepanjang 2024 meninggalkan jejak kerugian bagi pemodal ritel. Kasus token JASON milik penyanyi Jason Derulo menjadi salah satu contoh nyata. Begitu meluncur ke pasar pada 23 Juni 2024, nilai token JASON anjlok lebih dari 72% hanya dalam hitungan menit. Derulo sendiri mengaku merugi $20.000 dan menuding Sahil telah memperdayainya dalam kerja sama itu.
๐ Baca JugaSahil Tuding Transfer 129,5 SOL ke Ansem Sebelum Rilis MOTHER - ZachXBT Pilih Usut Kasus Kriminal Besar
Batas Transparansi dan Aturan Pengawas Perdagangan
Rangkaian tuduhan ini menabrak aturan perlindungan konsumen di Amerika Serikat. Pedoman Federal Trade Commission (FTC) menegaskan bahwa setiap pemengaruh atau influencer wajib membuka hubungan finansial maupun kompensasi materiil secara transparan ketika mempromosikan aset digital. Tanpa pengakuan terbuka, promosi berbayar berisiko menyesatkan pengikut yang mengira rekomendasi itu murni pandangan pribadi.
Bocoran pesan dari Sahil Arora memperjelas jurang antara narasi organik di media sosial dan transaksi uang di balik layar peluncuran koin meme. Bagi pemegang aset kripto yang menyerap saran dari figur ternama, setiap ajakan membeli di linimasa menuntut kehati-hatian ganda. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Sebelumnya: Sahil Tuding Transfer 129,5 SOL ke Ansem Sebelum Rilis MOTHER - ZachXBT Pilih Usut Kasus Kriminal Besar
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




