Posisi long senilai $350 juta ditutup paksa hanya dalam tempo 10 menit ketika Bitcoin dan Ethereum menembus level support masing-masing. Penutupan beruntun itu memperlebar total likuidasi pasar kripto hingga hampir $483 juta - sekitar Rp7,6 triliun - dalam 24 jam terakhir. Kali ini, kontrak berjangka dua aset terbesar mendominasi nilai likuidasi, bukan altcoin spekulatif.
Sepuluh Menit yang Menghapus $350 Juta
Trader Ethereum menanggung beban terbesar dengan menyumbang hampir 60% dari total likuidasi dua aset kripto teratas. Harga ETH anjlok lebih dari 6% menuju kisaran $2.350, memicu penutupan paksa massal pada kontrak berjangka yang menumpuk. Di pasar derivatif, open interest atau total kontrak terbuka Ethereum tercatat berada di angka $30 miliar, sementara Bitcoin memegang $52 miliar.
Harga Bitcoin sendiri terkoreksi sekitar 3% dan terdorong ke bawah level psikologis $81.000 di tengah ketidakpastian kebijakan moneter. Saat dua pemimpin pasar ini melemah berbarengan, likuidasi meluas ke aset lain. Kontrak berjangka Solana mencatat likuidasi $31 juta setelah harga SOL turun 5,5%. Zcash mengalami koreksi lebih dalam sebesar 13%, memaksa likuidasi posisi senilai hampir $19 juta.
Di antara ribuan akun yang terkena margin call, kerugian paling mencolok menimpa trader profil tinggi Machi Big Brother (@machibigbrother). Portofolionya terlikuidasi penuh. Akun yang semula ia bangun dari modal awal $56.000 menjadi $12,25 juta dalam tempo empat bulan merosot drastis hingga hanya menyisakan $21.800.
Tekanan Makro dari Seoul hingga Washington
Kejatuhan pasar kripto bertepatan dengan aksi jual aset berisiko di pasar keuangan konvensional. Di Korea Selatan, indeks saham KOSPI anjlok 8% dalam satu sesi perdagangan. Penurunan tajam itu mengaktifkan mekanisme penghentian perdagangan sementara (circuit breaker) selama 20 menit guna meredam kepanikan investor.
Dari Amerika Serikat, ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Federal Reserve menjadi pemicu utama kehati-hatian pelaku pasar. Rilis data inflasi CPI sebesar 3,7% sempat mendongkrak probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober hingga menyentuh 47%-50% di CME FedWatch dan Polymarket. Angka prediksi itu kemudian melandai kembali ke kisaran 26%-30%, tetapi fluktuasi ekspektasi suku bunga sudah memukul sentimen pasar kripto.
Batas Tipis Antara Untung Berlipat dan Habis Modal
Penumpukan kontrak berjangka senilai puluhan miliar dolar membuktikan leverage tinggi selalu mempercepat keruntuhan ketika arah harga berbalik. Koreksi 3% hingga 6% merupakan dinamika wajar dalam perdagangan spot, namun di pasar derivatif, pergerakan sebesar itu cukup memicu likuidasi berantai ratusan juta dolar dalam hitungan menit.
๐ Baca JugaInflasi AS September Tembus 3,7% Lampaui Konsensus - Peluang Kenaikan Bunga The Fed Kembali Bikin Bitcoin Tertekan
Kerugian $12 juta yang dialami Machi Big Brother memberi pengingat nyata bagi pelaku pasar: akumulasi keuntungan berbulan-bulan bisa terhapus dalam hitungan jam jika mengabaikan risiko leverage saat likuiditas mengetat.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Taruhan Leverage $803 Juta Terhapus dalam Sehari - Likuidasi Token SanDisk Lampaui XRP
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




