Bursa Efek New York (NYSE) terus mematangkan infrastruktur setelmen onchain untuk sekuritas tertoken. Presiden NYSE Lynn Martin mengonfirmasi langkah ini pada 10 Agustus 2026 dalam seminar National Assembly di Seoul, Korea, didukung oleh bukti transaksi live yang baru saja mereka rampungkan dalam program tokenisasi Depository Trust Company (DTC) Juli lalu.
Berkumpulnya 30 Institusi Besar dalam Satu Jaringan
Uji coba pada 15 Juli itu bukan simulasi biasa. Lebih dari 30 perusahaan keuangan dan aset digital ikut serta mengeksekusi transaksi produksi nyata. Daftar partisipan memuat nama institusi dominan pasar modal seperti BlackRock, Goldman Sachs, JPMorgan, Nasdaq, Circle, Ondo Finance, Citadel Securities, hingga Vanguard.
Mereka mengeksekusi berbagai operasi kompleks, mulai dari pengiriman ekuitas berbanding pembayaran, pinjaman sekuritas, transaksi repo Perbendaharaan, agunan jaminan, transfer ekuitas, hingga margin CCP. Skala eksekusi ini menunjukkan bahwa teknologi blockchain mulai diuji untuk menopang instrumen institusional berat. Semua proses ini berjalan di atas dua lapis infrastruktur: jaringan Besu privat milik DTCC dan jaringan Canton publik.
Menanti Izin Setelmen Instan
Langkah ini merupakan kelanjutan dari cetak biru yang diumumkan NYSE awal Januari lalu. Induk perusahaannya, ICE, sedang merancang tempat perdagangan baru yang menggabungkan mesin pencocokan Pillar mereka dengan infrastruktur pasca-perdagangan berbasis blockchain. Visi akhirnya memuat perdagangan 24 jam nonstop, setelmen seketika, penerbitan saham fraksional, dan pendanaan berwujud stablecoin.
Sebagai fondasi awal, NYSE sudah menggandeng Securitize pada bulan Maret sebagai agen transfer digital pertama untuk platform mendatang ini. Di sisi lain, DTCC bersiap meluncurkan Layanan Tokenisasi pada Oktober 2026, berbekal surat izin program tokenisasi tiga tahun dari Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS yang turun sejak Desember 2025.
Meski begitu, layanan setelmen seketika belum beroperasi hari ini. Perdagangan tokenisasi yang berjalan sekarang masih memakan waktu penyelesaian satu hari kerja alias T+1. Platform digital NYSE yang akan mendukung penyelesaian instan sepenuhnya masih menanti lampu hijau regulasi penuh dari pihak berwenang.
📌 Baca JugaLebih dari 100 Proyek Kripto Tumbang Sepanjang 2026 - Bahkan Pengelola Aset $80 Miliar Tak Selamat
Martin menyebut fase ini sebagai titik balik kritis antara keuangan tradisional dan DeFi. Masuknya infrastruktur inti bursa saham Amerika Serikat ke teknologi onchain bukan lagi sekadar eksperimen tertutup. Bagi industri kripto, ini adalah konfirmasi bahwa adopsi buku besar terdistribusi skala institusional sedang dieksekusi detik ini - tinggal menunggu restu akhir regulator.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




