Produsen mesin penambang Bitcoin yang melantai di Nasdaq, Canaan (CAN), mengambil langkah drastis dengan memberi wewenang resmi kepada pihak manajemen untuk mulai menjual sebagian cadangan Bitcoin dan Ethereum perusahaan. Rencana pencairan aset kripto ini dialokasikan khusus untuk mendanai kelanjutan program pembelian kembali saham (buyback) yang sedang berjalan.
Per akhir Juni lalu, dompet cadangan perusahaan mencatat kepemilikan sebanyak 1.915 BTC dan 3.952 ETH. Berdasarkan hitungan harga pasar kripto pada 3 Agustus, keseluruhan timbunan aset digital ini ditaksir memiliki nilai mencapai $130 juta.
Keputusan melepas simpanan kripto ini berakar dari tekanan berat di lantai bursa Wall Street. Harga saham Canaan jatuh tajam dan hanya diperdagangkan di angka $0,19 per 6 Agustus. Angka ini berada jauh di bawah syarat batas minimum harga penawaran yang dipatok Nasdaq, yakni $1 per lembar saham. Situasi ini mengundang tindakan dari bursa, yang kemudian memberi Canaan perpanjangan tenggang waktu 180 hari, tepatnya hingga 11 Januari 2027, untuk kembali menaikkan harga sahamnya dan memenuhi standar kepatuhan.
Ketimpangan Nilai Pasar dan Cadangan Kripto
CEO Canaan, Nangeng Zhang, tidak tinggal diam melihat jatuhnya harga saham perusahaan. Ia menyatakan tegas bahwa nilai pasar Canaan saat ini sama sekali tidak mencerminkan nilai cadangan aset digital maupun kekuatan fundamental dari bisnis inti mereka yang sebenarnya.
Untuk membendung sentimen negatif, program buyback Canaan siap dimaksimalkan. Skema ini sendiri sudah mengantongi restu dengan kuota anggaran hingga $30 juta untuk membeli kembali saham penyimpan Amerika (ADS) Kelas A, berlaku untuk periode 12 bulan yang bergulir sejak 12 Desember 2025. Sampai batas tanggal 19 Mei lalu, data menunjukkan Canaan baru mengeksekusi sebagian kecil dari kuota itu dengan menghabiskan sekitar $2 juta untuk menebus 2,8 juta ADS. Dengan sisa ruang anggaran belanja sebesar $28 juta, dana segar dari penjualan BTC dan ETH inilah yang tampaknya akan menjadi pelumas utama.
Meski Canaan memegang total 1.915 BTC, sebagian besar di antaranya tidak dalam status likuid atau siap jual. Tercatat ada 905 BTC yang sudah lebih dulu digadaikan ke pihak lain sebagai jaminan untuk menutupi pinjaman berjangka. Di luar itu, 100 BTC tambahan dialihkan ke dalam produk investasi dengan jangka waktu tetap (fixed-term), sehingga tidak bisa langsung ditarik sewaktu-waktu oleh manajemen.
Kinerja Hashrate di Tengah Insiden Texas
Urusan Canaan bukan hanya memutar modal di bursa saham, tapi juga menjaga mesin-mesin penambangnya tetap beroperasi efisien di lapangan. Selama bulan Mei, tingkat efisiensi armada mesin tambang Canaan di area operasional mandiri (non-JV) Amerika Utara berada di angka 17,9 J/TH, sebuah capaian peningkatan efisiensi sebesar 11% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
📌 Baca JugaKlaim Pengangguran AS Melenceng dari Prediksi - Ironisnya Angka Ini Justru Menjegal Harga Bitcoin
Tapi memasuki Juni, performa komputasi perusahaan melambat. Angka hashrate operasional khusus untuk area non-JV ini turun ke posisi 3,36 EH/s. Kondisi sedikit lebih baik terjadi di operasional patungan (JV) Canaan, yang mencatat pemulihan hashrate kembali ke level 4,09 EH/s. Pemulihan ini terjadi tepat setelah seluruh aktivitas tambang JV mereka sempat mandek akibat gangguan dari musibah kebakaran hutan di wilayah Texas.
Dengan tenggat waktu hingga awal 2027, manajemen kini harus menyeimbangkan laju operasional pabrik, cadangan aset digital, dan harga saham yang butuh naik lebih dari lima kali lipat. Penjualan Bitcoin hari ini akan menentukan apakah perbendaharaan kripto mereka cukup untuk menyelamatkan status Canaan di bursa saham publik.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




