๐Ÿ“… Rabu, 19 Agustus 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID โ–ผ
CEO Robinhood: Tokenisasi Bakal Caplok Sistem Keuangan - Saat SEC Mulai Rancang Aturan Baru

CEO Robinhood: Tokenisasi Bakal Caplok Sistem Keuangan - Saat SEC Mulai Rancang Aturan Baru

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Vlad Tenev melempar klaim besar ke publik. CEO Robinhood itu menyatakan kita sedang berada di awal siklus super tokenisasi yang pada akhirnya akan menelan seluruh sistem keuangan. Pernyataan di platform X ini langsung memicu reaksi pasar, mengumpulkan 9.563 likes dan 1.249 retweet dalam waktu singkat.

Prediksi pergeseran arus modal ini datang persis saat badan pengawas Amerika Serikat bersiap mengubah aturan main.

Dorongan Aturan Kontrak Pre-IPO

Bersamaan dengan ramainya percakapan tokenisasi, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) resmi mengusulkan rancangan baru demi membangun kerangka regulasi kripto yang jelas. Kabar pengumuman ini mendapat sorotan luas dengan 6.295 likes dan 766 retweet.

Di saat yang sama, pelaku industri ikut menekan batas aturan. Pada 18 Agustus, Hyperliquid Policy Center bersama platform trade[XYZ] mengirim proposal setebal 15 halaman kepada SEC dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC). Tujuan mereka satu: meminta kepastian hukum untuk kontrak perpetual pre-IPO (IPOP). Surat itu mendesak kedua lembaga menentukan apakah perpetual berbasis ekuitas tergolong sebagai security futures atau security-based swaps. Penentuan status ini krusial karena mengatur syarat pendaftaran, lokasi perdagangan, proses kliring, hingga batasan margin bagi trader.

Eksperimen Pasar dan Insiden Salah Harga

Praktik perdagangan sebelum saham melantai ini bukan sekadar teori. Platform trade[XYZ] telah menuntaskan lima pasar IPOP yang beroperasi antara 1 hingga 25 hari sebelum pencatatan saham aslinya. Perdagangan ini mencakup nama-nama besar seperti Cerebras, Quantinuum, SpaceX, SK Hynix, dan ChangXin Memory Technologies. Tingkat presisi harganya terbilang tinggi, dengan selisih harga akhir kontrak sebelum perdagangan dimulai hanya meleset 0,44% hingga 7,23% dari harga pembukaan saham aslinya.

Meski begitu, sistem baru ini rentan anomali. Insiden sempat menimpa pasar SK Hynix ketika satu transaksi saham dengan harga rendah masuk ke dalam sistem oracle. Data anomali ini mendorong harga perpetual jatuh 18% seketika dan memicu rantai likuidasi. Buntut dari kejadian ini, pihak trade[XYZ] sepakat menanggung kerugian trader yang memenuhi syarat.

Peluang CLARITY Act Sisa 10%, SEC AS Maju Sendiri Usulkan Aturan Kripto Baru๐Ÿ“Œ Baca JugaPeluang CLARITY Act Sisa 10%, SEC AS Maju Sendiri Usulkan Aturan Kripto Baru

Meski inovasi berjalan, trade[XYZ] saat ini masih beroperasi di wilayah lepas pantai (offshore) dan mengecualikan warga negara Amerika Serikat. Langkah ini diambil karena memang belum ada kerangka kerja perpetual pre-IPO yang disetujui di negara itu.

Sikap regulator sendiri masih menahan diri. Lewat kebijakan 29 Mei lalu, CFTC menetapkan prosedur tinjauan kasus per kasus untuk semua produk kontrak perpetual. Satu-satunya pengecualian baru diberikan untuk produk turunan Bitcoin yang diizinkan beroperasi di KalshiEX. Menelan seluruh sistem keuangan mungkin butuh waktu lebih lama dari perkiraan bos Robinhood, setidaknya selama pintu regulasi masih tertutup rapat.

Dilansir dari @WatcherGuru di X.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share