Pengadilan Rakyat Menengah Liga Xilin Gol di Mongolia Dalam menjatuhkan vonis penjara kepada lima operator platform pembayaran Sifang. Kelompok ini memproses perputaran dana hingga 2,95 miliar yuan atau setara $428 juta untuk mendukung operasi jaringan judi online. Mereka memutar uang lewat USDT, kartu bank, dan berbagai akun pembayaran selama periode operasi antara 24 Mei 2022 hingga 18 Oktober 2023.
Platform Sifang bertindak sebagai layanan pembayaran pihak keempat tanpa izin resmi. Komplotan ini mengoperasikan 32 platform penampung dana, menyewa server di luar China, lalu menghubungkan antarmuka bank resmi dengan 105 akun dari 10 perusahaan pembayaran pihak ketiga agar bisa bebas dipakai oleh situs-situs judi.
Data Tether dan OKX Masuk Meja Pengadilan
Jaksa awalnya menuntut kelompok ini meraup untung 42,85 juta yuan dari komisi transaksi sebesar 1,45%. Walau pengadilan menetapkan angka keuntungan yang lebih kecil untuk tiap terdakwa, dakwaan utamanya tetap pelanggaran operasi bisnis ilegal dan bukan kasus pencucian uang.
Rincian transaksi kripto kelompok ini terungkap gamblang di meja hijau lewat penelusuran on-chain. Penegak hukum mendapatkan deretan alamat dompet langsung dari penerbit stablecoin Tether, beserta rincian transaksinya dari bursa OKX. Dokumen ini menjadi preseden penting yang menunjukkan bahwa catatan blockchain kini bisa diakui sah sebagai alat pembuktian di pengadilan China.
Berkas pengadilan merinci dompet salah satu operator bernama Zhang yang menerima setoran 4,146 juta USDT lewat 485 kali transaksi antara Juli 2022 hingga Oktober 2023, bernilai setara 26,95 juta yuan. Sementara itu, dompet milik terdakwa Ma mencatat 152 transfer masuk senilai 719.176 USDT, yang diputuskan hakim sebagai hasil perbuatan ilegal. Zhang bersama dua terdakwa lain, Zhu dan Du, juga terbukti menukar 1,905 juta USDT menjadi uang tunai 12,38 juta yuan lewat sebelas kali transaksi luring.
Desakan Aturan Kripto Baru
Atas kejahatan finansial ini, kelima operator langsung dikirim ke balik jeruji besi. Zhang divonis enam tahun penjara dengan denda 850.000 yuan, disusul Zhu dengan vonis lima tahun dan denda 800.000 yuan. Ma dihukum empat setengah tahun beserta denda 3 juta yuan, sedangkan terdakwa sisanya mendapat hukuman kurungan antara tiga sampai enam tahun.
📌 Baca JugaDPR AS Loloskan Larangan Trading Saham 232-198 - Tapi Celah Aturan Ini Bikin Senator Warren Murka
Gelombang penindakan ini sejalan dengan desakan para akademisi hukum China yang menuntut aturan lebih pasti seputar penyalahgunaan aset kripto. Data Kejaksaan Agung China mencatat angka yang terus naik, dengan lebih dari 1.200 orang dituntut atas kasus pencucian uang terkait narkoba dalam periode Januari 2025 sampai Mei 2026. Tingginya tumpukan kasus ini memacu kebutuhan akan kerangka hukum yang lebih spesifik.
Penyelidikan polisi tampaknya mulai memadukan metode pelacakan on-chain dengan bantuan perusahaan kripto global untuk menembus batas anonimitas. Bagi pelaku bisnis gelap yang mengandalkan lapis privasi stablecoin, riwayat blockchain kini pelan-pelan berubah fungsi dari tempat pelarian uang menjadi daftar barang bukti bagi jaksa penuntut.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




