Pemerintah Singapura resmi membuka lelang online untuk 624 barang mewah sitaan dari kasus pencucian uang senilai S$3 miliar atau sekitar $2,37 miliar. Lelang perdana ini menjadi pembuka dari rangkaian 15 lelang yang dijadwalkan terus berlangsung dari September 2026 hingga Mei 2027 mendatang.
Penawaran pertama untuk ratusan lot barang sudah berjalan semenjak 7 September. Calon pembeli bisa melihat langsung fisik barang sitaan pada 14-19 September untuk pameran koleksi tas, disusul pameran perhiasan pada 21-26 September. Hotlotz, balai yang ditunjuk oleh firma Deloitte Singapore, bertugas mengelola jalannya lelang. Pihak penyelenggara mengizinkan peserta dari seluruh penjuru dunia untuk ikut menawar, dengan syarat mutlak lolos tahapan registrasi dan verifikasi identitas.
Jejak Ratusan Ribu USDT di Balik Skandal
Koneksi kripto dalam kasus pencucian uang berskala besar ini melibatkan aliran dana lewat stablecoin Tether (USDT). Mantan relationship manager dari Citibank, Wang Qiming, terbukti membantu kelancaran transaksi salah satu pelaku utama bernama Su Baolin. Wang bertindak memfasilitasi pencairan aset kripto milik Su dengan menjual 499.980 USDT lalu menukarnya menjadi uang tunai senilai S$657.980.
Pada transaksi lain, Wang kembali membantu Su menjual 364.908 USDT untuk mendapatkan uang tunai sebanyak S$481.678. Pengadilan menjatuhkan vonis 24 bulan penjara bagi Wang atas tuduhan pemalsuan dokumen dan pencucian uang, sementara Su Baolin sendiri harus menjalani hukuman 14 bulan penjara.
Dari Tas Louis Vuitton Kusama hingga Jam Tangan Rolex
Sebanyak 338 lot tas dan aksesori dari rumah mode dunia masuk dalam daftar lelang sesi awal. Salah satu barang sitaan yang paling menonjol adalah tas Louis Vuitton edisi terbatas hasil kolaborasi dengan seniman Yayoi Kusama, yang ditaksir memiliki nilai lelang antara S$12.000-S$16.000. Peminat juga dapat menawar beragam koleksi dari label Dior dan Chanel. Lelang sesi berikutnya bakal menghadirkan deretan merek mewah tambahan seperti Hermรจs, Patek Philippe, Richard Mille, serta Rolex.
Kasus pencucian uang bermula dari penggerebekan massal pada Agustus 2023 yang berujung pada penangkapan 10 warga negara asing. Seiring dengan penyidikan, taksiran angka kasus melonjak dari S$1 miliar menjadi S$3 miliar. Kesepuluh tersangka utama telah menerima vonis hukuman 13-17 bulan penjara, lalu aset senilai S$944 juta dari kelompok mereka disita penuh oleh negara.
๐ Baca JugaThailand Bidik Transfer Stablecoin Rp2,4 Miliar per Hari - Tak Boleh Lagi Kirim ke Dompet Orang Lain
Di luar sepuluh tersangka inti, 15 dari 17 individu lain yang memiliki kaitan dalam jaringan ikut sepakat menyerahkan aset senilai S$1,85 miliar. Seluruh hasil pendapatan dari lelang barang mewah beserta uang tunai sitaan langsung disetorkan ke dalam kas dana konsolidasi milik pemerintah Singapura.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




