Coinbase Derivatives resmi menyetorkan dokumen permohonan ke Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi Amerika Serikat (CFTC) untuk meluncurkan produk single-stock perpetual futures. Berbeda dengan kontrak berjangka biasa, produk derivatif baru ini dirancang tanpa tanggal kedaluwarsa dan akan melacak harga individual dari 50 lebih saham perusahaan besar, termasuk nama-nama seperti Apple, Microsoft, Tesla, dan Nvidia.
Trader nantinya bisa memperdagangkan kontrak saham-saham pilihan selama 24 jam sehari dalam lima hari kerja (24/5). Waktu operasional yang ditawarkan ini melampaui durasi jam sesi bursa saham tradisional di Wall Street. Karena kontrak berformat perpetual atau tanpa titik akhir, tidak ada tanggal jatuh tempo kontrak bagi para trader.
Sebuah posisi bisa dipertahankan sampai kapan pun, dengan satu syarat mutlak: trader harus sanggup menjaga batas aman margin dan rutin membayar kewajiban funding rate yang berlaku di pasar. Coinbase juga memastikan bahwa fitur leverage akan tersedia, sehingga investor dimungkinkan untuk membuka posisi trading dengan nilai yang lebih besar dari modal tunai awal mereka.
Status Kepemilikan yang Berbeda
Membeli dan memegang stock perps Coinbase tidak membuat trader otomatis menjadi pemilik sah saham perusahaan. Para pemegang kontrak derivatif ini dipastikan tidak punya hak suara dalam rapat umum pemegang saham, tidak akan menerima jatah dividen, dan tidak mendapat manfaat hukum lain yang biasanya dinikmati oleh pemegang saham konvensional.
Coinbase sebenarnya sudah menawarkan instrumen stock perps untuk saham Apple, Nvidia, dan indeks-indeks besar lainnya kepada pengguna di luar Amerika Serikat sejak bulan Maret 2026. Lewat permohonan izin baru ke CFTC, bursa kripto itu mencoba membawa produk serupa langsung ke hadapan para trader di tanah air mereka sendiri.
Persaingan Izin di Meja Regulator
Penyerahan dokumen ke badan CFTC ikut melengkapi manuver legal Coinbase sebelumnya. Pada 1 September lalu, divisi Coinbase Derivatives telah menyerahkan Form 1-N ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) untuk mendaftarkan entitasnya sebagai bursa sekuritas nasional.
Dalam upayanya membawa aset tradisional ke format perdagangan ini, Coinbase tidak berdiri sendiri. Kalshi, platform yang sebelumnya dikenal sebagai pasar prediksi, juga telah melayangkan dokumen permohonan yang sama persis ke meja CFTC.
๐ Baca JugaNilai Pasar Gemini Jatuh ke $753 Juta Seusai Saham Anjlok 80% - Tapi Lisensinya Justru Dibidik
Lolos atau tidaknya instrumen derivatif hibrida sekarang bergantung penuh pada keputusan regulator di Washington. Jika produk ini disetujui, batas pemisah antara lambatnya bursa saham klasik dan kecepatan transaksi pasar kripto akan semakin memudar.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Sebelumnya: Coinbase Daftarkan Kontrak Saham Apple dan Nvidia ke CFTC - Buka Opsi Trading 24/5 Tanpa Aset Fisik
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




