Laporan Wall Street Journal pada 19 September 2026 mendokumentasikan upaya pergerakan dana ilegal di Polymarket. Sepanjang Februari 2026, pelaku kejahatan menautkan kartu debit curian ke ribuan akun Polymarket yang beroperasi di wilayah Amerika Serikat. Sindikat ini mencoba memindahkan setidaknya $10 juta melalui berbagai perdagangan di platform itu sebelum menariknya ke rekening yang berada di bawah kendali mereka.
Pada bulan yang sama, pemroses pembayaran Checkout.com harus menolak lebih dari 80% deposit yang masuk ke Polymarket karena terdeteksi sebagai transaksi penipuan. Rasio penolakan itu jauh melampaui rata-rata industri pemrosesan pembayaran yang umumnya hanya berkisar 1%. Pihak Checkout.com sendiri belum membenarkan persentase 80% itu kepada publik. Entitas ini memang membekali kliennya dengan alat penilai risiko penipuan (fraud-scoring), penyaring transaksi, dan sistem autentikasi. Namun keputusan akhir untuk menerima atau membatalkan sebuah transaksi tetap berada di tangan pedagang, dalam hal ini Polymarket.
Respons Internal dan Arahan CEO
Tingginya penolakan transaksi pada bulan Februari memicu kekhawatiran dari dalam perusahaan. Karyawan aktif dan mantan staf menyatakan bahwa tim kepatuhan Polymarket sudah melaporkan masalah ini langsung kepada CEO Shayne Coplan. Merespons laporan timnya, Coplan dilaporkan meminta mereka mengabaikan isu itu dengan instruksi spesifik: “Terus saja tumbuh dan bayar denda kalau-kalau regulator mengetahuinya.”
Polymarket belum memberikan konfirmasi publik mengenai kebenaran pernyataan Coplan. Perusahaan hanya merilis keterangan tertulis bahwa mereka memiliki prosedur khusus untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan, sekaligus menegaskan komitmen bekerja sama dengan penegak hukum dan regulator.
Apa yang Belum Terjawab
Penting dicatat bahwa angka $10 juta dari laporan Wall Street Journal baru sebatas nominal yang dicoba dipindahkan oleh pelaku, bukan kerugian riil yang ditanggung pelanggan atau Polymarket. Jumlah dana curian yang pada akhirnya ditarik keluar dari platform sama sekali belum terkonfirmasi.
Upaya pemindahan dana curian tidak langsung berhenti di bulan Februari. Kasusnya terus berlanjut selama beberapa bulan berikutnya, meski tingkat penolakan deposit harian tidak lagi menyentuh puncak serangan awal. Rentetan kejadian ini menambah daftar sorotan hukum bagi platform terdesentralisasi di jaringan Polygon itu, menyusul langkah otoritas Korea Selatan yang sebelumnya juga menargetkan 26 pengguna Polymarket akibat kasus taruhan senilai $12,7 juta.
๐ Baca JugaMultiversX Selidiki Masalah Mainnet Pukul 10.00 UTC - Nol Laporan Dana Hilang, Tapi Lokasi Eror Masih Misteri
Sebagai platform pasar prediksi, Polymarket mencatat lonjakan pengguna berkat tingginya minat pada pemilihan umum dan serangkaian peristiwa global besar. Laporan penyalahgunaan ini mendesak evaluasi serius: pertumbuhan pengguna yang pesat harus diimbangi dengan sistem keamanan berlapis untuk menangkal uang hasil kejahatan.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Celsius Gugat BitMEX $495 Juta - Tuduh 6.360 BTC Dirampas Saat Crash COVID 2020
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




