Cronos Network akhirnya kembali beroperasi. Setelah sempat mengalami kelumpuhan akibat penghentian darurat (emergency halt) oleh para validator merespons eksploit Tectonic, jaringan ini kembali memproduksi blok pada 30 Agustus pukul 23:49:01 UTC, tepatnya dimulai dari blok 90.896.189.
Langkah pemulihan ini bukan sekadar menyalakan ulang sistem. Para validator mengambil keputusan bersama untuk melakukan rollback kondisi (state) jaringan ke titik persis sebelum serangan Tectonic terjadi. Lewat manuver teknis ini, mereka langsung menghapus seluruh rekam jejak transaksi eksploit itu dari sejarah chain utama. Untuk menjalankan jaringan kembali, seluruh operator node diinstruksikan untuk melakukan restart menggunakan pembaruan perangkat lunak Cronos v1.7.8 dan bertumpu pada data snapshot mainnet terbaru yang diambil pada 31 Agustus pukul 09:52 UTC.
Skema Manipulasi 100 Kali Lipat
Serangan yang memaksa seluruh jaringan berhenti bermula dari manipulasi pasar berkecepatan tinggi. Pelaku diperkirakan memompa harga TONIC - token tata kelola protokol Tectonic - hingga melonjak 100 kali lipat hanya dalam rentang waktu 20 menit. Posisi serangan melibatkan token berjumlah besar, yakni mencapai 364,6 triliun TONIC.
Begitu nilai kepemilikannya terpompa hingga menyentuh estimasi $375 juta, penyerang langsung menyetorkan token itu sebagai agunan (collateral). Memanfaatkan agunan kosong ini, pelaku mengeksekusi penarikan pinjaman berbagai aset lain senilai $75 juta. Sebagai perbandingan untuk melihat skala guncangannya, data analitik The Block mencatat bahwa sebelum eksploit terjadi, Tectonic memiliki Total Value Locked (TVL) $121,7 juta dengan angka pinjaman aktif di kisaran $82,7 juta.
Walaupun para validator pada akhirnya mengambil keputusan mematikan blok, tindakan itu tidak berhasil menyelamatkan seluruh dana. Sekitar $6 juta aset eksploit sudah lebih dulu lolos (di-bridge) ke jaringan Ethereum sebelum validator mematikan mesin. Sisa dana dari pembobolan itu beruntung tertahan karena jaringan lebih dulu membeku, mengunci pergerakan pelaku.
Kepingan Laporan yang Masih Hilang
Di tengah ketidakpastian yang melanda komunitas pengguna DeFi, CEO Crypto.com Kris Marszalek merilis pernyataan resmi. Ia memastikan bahwa operasional bursa dan aplikasi utama Crypto.com sama sekali tidak terimbas oleh insiden peretasan di Tectonic ini.
๐ Baca JugaHacker Kuras Hampir Seluruh TVL Aquifer Solana - Diberi Waktu Tiga Hari untuk Ambil 20%
Namun di luar jaminan itu, pihak pengembang Cronos sendiri belum merilis laporan postmortem final. Publik dan investor masih menunggu rincian resmi mengenai akar permasalahan (root cause) kerentanan kode di Tectonic, maupun kepastian angka akhir dari aset-aset yang ikut terdampak.
Pembobolan Tectonic menambah panjang rentetan masalah bagi ekosistem Cronos bulan ini. Jauh sebelum serangan terjadi, tepatnya pada 7 Agustus lalu, Trump Media, Crypto.com, dan Yorkville Acquisition Corp. diketahui telah membatalkan rencana pengelolaan treasury CRO mereka yang bernilai miliaran dolar.
Mesin jaringan Cronos memang sudah memproduksi blok lagi, namun preseden rollback sejarah blockchain demi menyelamatkan satu protokol ini menyisakan pertanyaan soal seberapa jauh intervensi validator bisa dilakukan. Dilansir dari crypto.news.
Sebelumnya: Jaringan Cronos Berhenti Total Buntut Exploit Tectonic $75 Juta - Token Dipompa 100 Kali Lipat
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




