Developer game asal Jepang, Gumi, akan mulai mengoperasikan dana aset kripto senilai sekitar ¥3 miliar atau setara $18,3 juta bersama SBI Financial Services pada 1 Agustus mendatang. Dana yang diberi nama SBI Crypto Fund I ini beroperasi sebagai penempatan privat melalui struktur silent partnership yang lazim digunakan di Jepang.
Dalam kerja sama ini, porsi kepemilikan dibagi dua. SBI Financial Services menguasai 51% saham perusahaan operasi, sementara 49% sisanya dipegang oleh gC Labs yang merupakan anak usaha Gumi. Dana ini juga mengantongi komitmen investasi dari Daiwa Securities Group beserta sejumlah investor lain yang identitasnya tidak diungkapkan kepada publik.
Alokasi investasi utama mereka bertumpu pada Bitcoin dan berbagai altcoin utama yang terdaftar di pasar. Untuk memaksimalkan nilai, strategi pengelolaannya mencakup staking, rebalancing portofolio, hingga lindung nilai atau hedging. Dana ini memiliki periode operasi selama tiga tahun di bawah manajemen SBI Crypto Fund LLC.
Kenapa Rencana 2025 Sempat Tertunda
Misi utama pembentukan dana ini adalah menjembatani pasar aset kripto dengan entitas perusahaan di Jepang. Para mitra di balik proyek ini awalnya mempertimbangkan untuk mulai beroperasi pada 2025. Namun, mereka memutuskan untuk menunda langkah itu untuk menilai kembali kondisi pasar kripto.
Penundaan ini memberi mereka ruang untuk membangun rekam jejak pengelolaan portofolio institusional. Mereka mengincar momen menjelang kemungkinan dicabutnya larangan ETF kripto domestik di Jepang. Berdasarkan sejumlah laporan, ETF Bitcoin pertama di Jepang diprediksi bisa tiba pada 2028, bertepatan dengan rencana regulator negara itu untuk merevisi kerangka pengelolaan dana investasi.
Bukan Cuma Bitcoin, Fokus Utama Justru di XRP
Bagi Gumi, perputaran uang di pasar kripto bukan hal baru. Laporan keuangan mereka per 30 April 2026 menunjukkan perusahaan game ini memegang aset kripto senilai ¥14,13 miliar. Angka ini menandai kenaikan 86% dari kepemilikan sebesar ¥7,58 miliar pada tahun sebelumnya. Selama tahun fiskal terakhir, Gumi mencatat keuntungan valuasi sebesar ¥2,63 miliar murni dari portofolio aset kripto mereka.
📌 Baca JugaTiket Emirates Kini Bisa Dibayar Pakai Kripto - Tapi Maskapai Tetap Menolak Pegang Koin
Meski ikut berinvestasi pada Bitcoin, bisnis kripto Gumi justru menjadikan XRP sebagai poros utama. Perusahaan ini mengadopsi XRP sebagai aset perbendaharaan korporat mereka, sebuah keputusan yang diambil setelah mereka menyetujui pembelian Bitcoin senilai ¥1 miliar.
Langkah awal Gumi dan SBI ini memperlihatkan bagaimana perusahaan lokal mulai menyusun infrastruktur keuangan jauh di depan garis start. Saat kerangka ETF Bitcoin Jepang benar-benar terbuka pada 2028, pemain yang pertama kali meraup arus institusional adalah mereka yang sudah menggerakkan modalnya sejak hari ini.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




